Laporan Keuangan Januari-Desember 2017

Sebagai perwujudan komitmen Partai Solidaritas Indonesia untuk memerangi korupsi, PSI Jakarta membuat terobosan dalam pendanaan partai politik. Sudah tiga kali PSI Jakarta melakukan penggalangan dana yang mengumpulkan donasi dari warga Jakarta untuk operasional dan pelaksanaan program.

Kali ini, kami hadir untuk memenuhi tanggung jawab kami kepada kontributor dengan menerbitkan laporan pertanggungjawaban kegiatan (annual report 2017) dan laporan keuangan tahun 2017.

Untuk melihat lebih rinci laporan keuangan 2017 silahkan unduh disini. Untuk annual report 2017 silahkan unduh disini.

Untuk melihat lebih rinci Laporan Keuangan 2017 silakan unduh di sini. Untuk Annual Report 2017 silakan unduh di sini.

Lowongan Terbuka Calon ‘Wakil Rakyat’ PSI Jakarta: Bisa Dipilih dan Dinilai Langsung Oleh Publik

JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta baru saja meluncurkan program “Lowongan Terbuka Calon Wakil Rakyat” untuk tingkat DPRD dan DPR pada Jumat malam, 8 September 2017. Peluncuran seleksi calon legislatif ini dilakukan secara terbuka, siapapun bisa ikut dan masyarakat luas bisa ikut terlibat.

Bagi anak muda yang cerdas, profesional, dan berdedikasi tinggi untuk melayani publik, diharapkan bisa ikut ambil langkah kongkret di politik dengan menjadi caleg PSI Jakarta.

“Partai politik berfungsi sebagai ‘produsen’ pemimpin-pemimpin berkompeten yang nantinya duduk di ranah legistlatif seperti DPRD dan DPR. Sehingga kebijakan yang dibuat bisa progresif, sesuai dengan perkembangan masyarakat.” ungkap Michael Victor Sianipar (26), Ketua PSI DKI Jakarta.

“Untuk itu, PSI membuka lowongan seluas-luasnya bagi anak muda hebat di Jakarta untuk bersama-sama membuat perubahan di politik.” lanjut anak muda lulusan Ilmu Politik Yonsei University Korea tersebut.

Berbeda dengan partai lain, PSI Jakarta melibatkan masyarakat luas untuk ikut menilai caleg dan mengawasi proses penilaian caleg. Masyarakat akan berpartisipasi di “Uji Publik”, ajang penilaian caleg sehingga caleg yang diusung oleh PSI Jakarta benar-benar berkualitas.

Selain “Uji Publik”, masyarakat juga diajak merekomendasikan nama calon “wakil rakyat” yang dianggap mumpuni dalam memimpin Jakarta dan Indonesia.

“Kita dari dulu nggak paham sistem penilaian caleg di internal parpol seperti apa. Tiba-tiba, saat pemiliham umum kita disuguhkan banyak nama yang kita tidak tau seperti apa kualitasnya. Sekarang, sudah saatnya kita sebagai warga negara mengusung wakil rakyat pilihan kita sendiri. Sudah saatnya kita sebagai warga negara bantu terlibat dalam seleksi. Agar setiap orang yang diusung oleh wakil rakyat adalah orang-orang terbaik.” ungkap Tsamara Amany, Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Solidaritas Indonesia, yang juga turut hadir membuka acara tersebut.

Untuk mengubah wajah politik Indonesia, perlu ada sistem yang terbuka di mana masyarakat bisa ikut memilih dari awal pembukaan seleksi, menilai kualitas caleg, merekomendasikan wakil rakyat pilihannya untuk menjadi caleg usungan parpol. Sebelum PSI Jakarta mengumumkan caleg yang akan bertarung di 2019 nanti, para caleg tersebut akan dinilai langsung secara internal dan eksternal (publik).

Masyarakat luas juga diajak untuk memperjuangkan wakil rakyat idealnya dengan melakukan “Patungan Rakyat” — patungan untuk mendanai kampanye caleg PSI Jakarta pada tanggal 17 September 2017. Sehingga orang-orang hebat dan berdedikasi tidak lagi ragu untuk memimpin, karena sudah ada “kendaraan” yang kita persiapkan bersama-sama.

Penutupan “Seleksi Terbuka Calon Legislatif PSI DKI Jakarta” ini jatuh pada 27 Oktober 2017. Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri dan merekomendasikan orang lain, bisa langsung mendaftar di link: jakarta.psi.id.

Narahubung:
Neildeva Despendya P
Public Relations PSI Jakarta
neildeva@psi.id
0878 7820 

 

Tahapan Pendaftaran

“Lowongan Terbuka Calon ‘Wakil Rakyat’ PSI Jakarta”
Pendaftaran : 27 Agt – 27 Okt 2017
Evaluasi Dokumen oleh DPP,  DPW,  dan DPD : 1-29 Okt 2017
Pengumuman Kelolosan Caleg : 30 Okt 2017

EVALUASI KOMPETENSI
Interview dengan komite : 1-15 Nov 2017
Penghitungan nilai interview : 17-23 Nov 2017
Pengumuman Kelolosan Caleg : 24-25 Nov 2017

EVALUASI  SOSIALISASI (UJI PUBLIK)
Offline dan Online di Dapil oleh masyarakat : 1 Des  2017 – 31 Jan 2018
Perhitungan Nilai : 1-11 Feb 2018
Pengumuman : 12-18 Feb 2018
Penetapan Caleg/No urut : 19-25 Feb 2018.

Lowongan Terbuka Calon ‘Wakil Rakyat’ Bagi Anak Muda Yang Profesional dan Kompeten

JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia membuka “Lowongan Terbuka Calon Legislatif untuk wilayah DKI Jakarta”. Lowongan ini akan di luncurkan dengan tajuk “Seleksi Terbuka Calon Legislatif PSI DKI Jakarta” yang diadakan pada Jumat, 8 September 2017 pukul 19.00 di kantor DPW PSI Jakarta.

Lowongan Terbuka ini merupakan sikap PSI DKI Jakarta akan kinerja DPRD dan DPR belum menunjukkan progresifitas. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai, DPR periode 2014-2019 memiliki kinerja terburuk selama pasca Reformasi. DPR dinilai tidak memiliki keseriusan dalam pemberantasan korupsi, bahkan anggotanya justru terjerat kasus korupsi.

Dari 50 rancangan undang-undang yang dijadwalkan rampung tahun 2017 saja, baru 17 undang-undang yang disahkan DPR. Kedepannya, tentu kita ingin DPRD dan DPR jauh lebih baik dan diisi oleh generasi baru yang berkompeten di bidangnya serta berdedikasi tinggi dalam melayani rakyat.

Partai Solidaritas Indonesia manyadari dibutuhkannya sistem baru yang mengedepankan partisipasi masyarakat luas untuk ikut menyeleksi juga memberikan peluang bagi orang-orang cerdas untuk masuk ke pemerintahan.

Masyarakat luas seperti kalangan profesional yang merasa memiliki kemampuan mumpuni bisa mendaftarkan diri. Masyarakat juga bisa merekomendasikan orang yang kompeten dan dirasa berkualitas untuk menduduki jabatan sebagai wakil rakyat di pemerintahan.

“Reformasi seleksi caleg parpol juga harus di laksanakan. Di mulai dengan masuknya kalangan profesional muda yang cerdas dan ahli di bidangnya, serta memiliki dedikasi untuk memberdayakan masyarakat. Orang-orang ini sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sistem pemerintahan Indonesia terutama Ibukota.” terang Michael Victor Sianipar, selaku Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia DKI Jakarta.

Menurut Michael, jika anak muda profesional dan kompeten enggan masuk ke politik dan pemerintahan, maka kita akan tetap melihat kertas suara dengan wajah-wajah orang yang tidak dikenal saat Pemilu. Masyarakat seperti kita bahkan tidak tahu seperti apa latar belakang caleg dan bagaimana kualitasnya secara profesional.

“Jangan heran, mereka yang duduk di DPRD dan DPR bukanlah wakil rakyat ideal bagi masyarakat.” ungkap Michael menambahkan.

Di negara demokratis seperti Indonesia, sebagai warga negara kita memiliki hak untuk memilih anggota parlemen atau “wakil rakyat” yang diwujudkan lewat pemilihan umum. Ketika berhasil menduduki kursi legislatif, para wakil rakyat tersebut wajib menyerap, menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi rakyat; merancang undang-undang; serta memperjuangkan program pembangunan daerah pemilihan (dapil)-nya.

Untuk itu, ajang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 nanti merupakan hal yang penting. Di sini, masyarakat harus terlibat dalam menyeleksi “wakil rakyat” yang nantinya akan membuat kebijakan dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat lewat program pembangunan yang di bawa. Wakil rakyat yang profesional, cerdas, berdedikasi untuk melayani publik, sangat dibutuhkan bagi bangsa ini.

“Sudah saatnya kita sebagai warga negara bantu terlibat dalam seleksi caleg ini. Agar setiap orang yang diusung oleh wakil rakyat adalah orang-orang terbaik.” ungkap Tsamara Amany, Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Solidaritas Indonesia, yang juga turut hadir membuka acara tersebut.

Penutupan “Seleksi Terbuka Calon Legislatif PSI DKI Jakarta” ini jatuh pada 27 Oktober 2017. Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri dan merekomendasikan orang lain, bisa langsung mendaftar di link: jakarta.psi.id.

Narahubung:
Neildeva Despendya P
Public Relations PSI Jakarta
neildeva@psi.id
0878 7820 

 

Tahapan Pendaftaran

“Lowongan Terbuka Calon ‘Wakil Rakyat’ PSI Jakarta”
Pendaftaran : 27 Agt – 27 Okt 2017
Evaluasi Dokumen oleh DPP,  DPW,  dan DPD : 1-29 Okt 2017
Pengumuman Kelolosan Caleg : 30 Okt 2017

EVALUASI KOMPETENSI
Interview dengan komite : 1-15 Nov 2017
Penghitungan nilai interview : 17-23 Nov 2017
Pengumuman Kelolosan Caleg : 24-25 Nov 2017

EVALUASI  SOSIALISASI (UJI PUBLIK)
Offline dan Online di Dapil oleh masyarakat : 1 Des  2017 – 31 Jan 2018
Perhitungan Nilai : 1-11 Feb 2018
Pengumuman : 12-18 Feb 2018
Penetapan Caleg/No urut : 19-25 Feb 2018.

Rayakan Dirgahayu RI, PSI Jakarta Gelar Lomba 17 Agustusan

Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PSI DKI Jakarta Barat, bekerjasama dengan warga di RW 01 Kelurahan Keagungan Dalam, Taman Sari menggelar berbagai perlombaan Dirgahayu RI yang ke-72.

Adapun perlombaan yang digelar adalah lomba makan kerupuk, joget jeruk, tepung duit dan panjat pinang. Warga kelurahan Keagungan Dalam, menyambut dengan antusias acara tersebut.

Ket Foto *Antusiasme warga mengikuti perlombaan perayaan Dirgahayu RI ke-72*

Farid Sofyan ketua DPD PSI DKI Jakarta Barat mengatakan bahwa acara Agustusan bertujuan untuk menghibur anggota PSI, sekaligus menjaga jalinan komunikasi antara pengurus dan anggota.

“Ini adalah acara Agustusan pertama yang digelar oleh DPD PSI Jakarta Barat. Sebagai partai baru, kami ingin memperkenalkan PSI kepada warga. Kami sangat senang dengan anstusiasme warga menyambut acara ini, anak-anak, ibu-ibu dan para lelaki turut meramaikan lomba-lomba. Meriah sekali,” jelas Farid Sofyan terkagum.  

Awalnya, acara Agustusan akan digelar sederhana. Hanya panjat pinang saja, tapi Ibu-Ibu meminta panitia untuk menggelar lomba yang bisa mereka ikuti.

“Lomba makan kerupuk, joget jeruk, tepung duit adalah ide dari warga di kelurahan Keagungan Dalam,” tambah Farid.

Hadiah dari lomba-lomba yang digelarpun menarik, diantaranya ada kipas angin, dispenser,  setrika, blander, magic com, kaos, sandal, kompor gas, mie instan. Untuk lomba panjat pinang, panitia memberikan hadiah ekslusif  yaitu sepeda.

Ketika dikonfirmasi kenapa hadiahnya sepeda, “Biar kayak dari Jokowi,” ujar Farid Sofyan, Ketua DPD PSI DKI Jakarta Barat dengan tertawa.

Pada Oktober nanti, PSI sudah bersiap untuk mengikuti proses verifikasi KPU untuk bertaruh pada Pemilu 2019. Selama proses verifikasi Partai Politik berlangsung, pengurus PSI gencar memperkenalkan PSI kepada publik.

Banyak yang menyimpan harapan kepada PSI sebagai partai baru, untuk memperbaiki wajah politik di Indonesia.

“Ajang ini sangat bermanfaat untuk berdialog dengan masyarakat, kami memang masih baru di partai. Tapi kami yakin, kami dapat bekerja bersama untuk Indonesia lebih baik,” tambah Haerul, selaku wakil Ketua DPD PSI DKI Jakarta Barat.

PSI Jakarta Siap Verifikasi dan “Ganti gigi” Menuju Pemilu 2019

Pernyataan sikap ini disampaikan pada acara Kopdarwil PSI Jakarta 26 Agustus 2017

Terima Kasih Sis Grace atas sambutannya dan semangatnya yang luar biasa. Kalau bukan karena visi dan tekad sis Grace dan kawan-kawan untuk memulai PSI dari 2014, kita semua tidak akan ada di sini sekarang. Butuh keberanian besar untuk memulai perubahan, dan Sis Grace menjadi contoh bagi kita semua di sini. Terima kasih juga untuk sis Dahliah, boleh ya kita panggil sis juga karena di PSI semua jadi bro dan sis, semua sederajat, semua kawan. Saya atas nama PSI Jakarta berterima kasih atas kerja keras KPUD selama ini, dan kami juga mohon bantuan dan bimbingannya dalam proses ke depan, baik verifikasi dan juga mengikuti segenap tahapan menuju Pemilu 2019.

Saya juga ucapkan terima kasih kepada perwakilan Pemprov DKI Jakarta, partai-partai politik yang juga hadir di acara ini. Saya lihat ada bro Aziz dari PPP, bro Victor dari Nasdem, bro Sahrianta dari Perindo, dan lainnya. Jujur saja saya kalau langsung panggil teman-teman bro masih canggung juga. Tapi, sekali lagi terima kasih sudah hadir di acara akbar kami. PSI ini partai yang diisi anak muda, dan memang partai muda, partai baru. Di PSI Jakarta kami punya prinsip, harus mau belajar, harus rajin belajar. Jadi kami juga mau belajar dari rekan-rekan yang sudah lebih lama menghadapi kerasnya dunia politik, tapi yang baik-baiknya saja yang kami mau pelajari. Mohon bimbingannya.

Seperti sudah dikatakan oleh Ketua Umum kami tadi, PSI adalah partai baru yang menjunjung tinggi kebajikan dan keberagaman. Kami hadir untuk membawa perubahan dahsyat yang fundamental dan permanen. Kalau PSI tidak bisa bikin perubahan itu, buat apa capek2 bikin partai baru lagi. Orang bilang sudah banyak partai di Indonesia. Tapi kami yakin bahwa cita-cita yang PSI miliki ini berbeda, sistem organisasi kami, cara kami berpolitik, ini suatu terobosan baru. Kami berdiri, bertahan karena cita-cita tersebut. Hari ini seluruh pengurus DKI Jakarta, dari tingkat provinsi, kota/kabupaten, hingga kecamatan, hadir di sini. Selain 120 pengurus, ada juga hampir 200 anggota dan juga non-anggota yang hadir karena ketertarikan mereka tentang PSI. Sebenarnya ada 500 orang yang mendaftar, tapi kita hanya bisa menampung 300 orang saja. Ini belum termasuk jumlah anggota PSI Jakarta yang sekarang sudah menembus 10.000 anggota. Untuk bro dan sis semua, saya ucapkan terima kasih telah hadir di Kopdarwil PSI Jakarta 2017 ini.

Sore ini, di hadapan Sis Grace, teman-teman perwakilan partai lain, dan juga para pengurus dan anggota, saya menyampaikan laporan progres, pertanggungjawaban kepengurusan kami di tingkat DPW. Kita bisa ingat dua tahun lalu saat PSI Jakarta pertama kali dibentuk. Kepengurusan masih kosong, anggota belum ada. Sulit sekali meyakinkan orang untuk bergabung dengan PSI ataupun datang ke acara-acara PSI.

Banyak orang menyangsikan, bahwa suatu partai yang diisi anak muda, berlandaskan idealisme ingin memperjuangkan kebajikan dan keberagaman, menerapkan sistem meritokrasi, persamaan semua orang, tidak melihat siapa ketua siapa anggota, mencari yang terbaik, dan mendukung penuh yang terbaik, bahwa partai seperti ini dapat berdiri apalagi bertahan. Bukan hal yang jarang jika ada orang yang menertawakan, mencibir, bahkan mencaci maki apa yang kita coba lakukan, yang dinilai mustahil. PSI dicap sebagai partai yang mengawang, kami dibilang anak muda yang tidak memahami realita kehidupan atau pun dunia politik, masih bau kencur, naif dan tidak masuk akal.

Pada hari ini juga saya tegaskan, bukan hanya katakan tapi juga buktikan, bahwa di hadapan saya sekarang ini ada tiga ratus anak muda Jakarta, pengurus, kader, simpatisan, yang masih percaya bahwa politik itu suci, dapat dan harus digunakan untuk kesejahteran masyarakat luas. Tiga ratus anak muda yang yakin bahwa Negara ini masih ada harapan, bahwa Negara bukan hanya milik segelintir elit, tapi milik kita semua. Tiga ratus anak muda yang percaya bahwa Kota Jakarta tidak akan tercabik-cabik atau tunduk kepada rasa takut dan perpecahan, kepada oknum-oknum yang memanfaatkan politisisasi kesukuan ataupun agama. Saya harap bukan hanya 120 pengurus PSI yang hadir di sini saja, tapi keseluruhan 300 pemuda di ruangan ini akan menjadi modal awal kita mengguncang Indonesia, dimulai dari Jakarta.

Bro dan sis semua, Kopdarwil 2017 in adalah acara kita. Ini momen kita menunjukkan kepada dunia di luar sana, bahwa kami hadir di sini, kami ada di Jakarta. Kalau masyarakat kehilangan harapan, biarlah mereka tau dan lihat, bahwa kader-kader PSI Jakarta adalah mereka yang membawa kembali harapan di tengah keputusasaan, semangat di tengah kelesuan, cahaya fajar yang menyingsing di pagi hari yang mengusir gelapnya malam.

Sore ini kita akan melakukan deklarasi yang akan menandakan dimulainya gerakan besar Partai Solidaritas Indonesia di Jakarta. Hari ini bukan sekedar menandakan akhir dari persiapan verifikasi kita. Sis Dahliah, kita tegaskan PSI Jakarta siap verifikasi. Tapi lebih dari itu, kita siap menyongsong kampanye pemilihan umum 2019!

Bro dan sis, saat ini juga marilah kita ganti gigi, berubah wujud dan tujuan dari PSI sebagai “Partai Verifikasi” menjadi PSI sebagai “Partai Kampanye”. Jika sebelumnya kita hanya mengejar target minimum. Minimum 1100 anggota, minimum 50% pengurus kecamatan, supaya memenuhi syarat verifikasi. Mulai sekarang, kita tidak lagi bermental minimum, tapi berorientasi pada kemajuan pesat, pertumbuhan eksponensial. Untuk mengikuti kampanye kita tidak bisa setengah-setengah, tidak bisa setengah hati. Kita tunjukkan bahwa semangat anak muda di Jakarta ibarat singa yang bangun dari tidurnya.

Acara talkshow di pagi tadi dan kedua sesi workshop siang barusan, adalah upaya PSI Jakarta untuk memperlengkapi dan mengasah pemuda Jakarta, baik yang tergabung ataupun belum tergabung dengan PSI. Kita akan buat kegiatan seperti ini lebih banyak lagi. Minimal sekali seminggu, baik itu information session, diskusi, seminar, pembekalan, dan pelatihan. PSI Jakarta harus benar-benar siap untuk 2019.

Saya juga sampaikan di sini bahwa 2019 ini saya tidak nyaleg. Tadinya saya mau nyaleg, tapi sejak menjadi Ketua DPW, saya sadar ada tanggung jawab yang besar. Bro dan sis, saya sudah pernah nyaleg sekali tahun 2014. Saya pernah ikutan Pilkada 2012, jd asisten kampanye Pak Ahok. Kemana2 satu mobil sama beliau, pegang komunikasi beliau jg. Tahun 2017 terlibat juga di Pilkada sebagai koordinator penggalangan dana. Saya paham betul kampanye itu kerasnya seperti apa. Kandidatnya harus kuat mental, partai harus solid, relawan-relawan harus semangat. Jangan nanti kampanye pada sibuk dengan kepentingan diri sendiri, apalagi saling tusuk-menusuk. Saya paham betul sulitnya membangun timses yang solid, siapin website, materi cetak untuk disebar, apalagi cari dana untuk keperluan kampanye.

Kalau saya nyaleg, saya akan sibuk dengan kampanye diri sendiri. Buat apa saya kepilih kalau PSI tidak banyak yang lolos. Saya putuskan akan fokus mengawal kampanye PSI di Jakarta, bantu semua caleg dan jaringan pengurus serta relawan. Sebagai Ketua DPW, saya sampaikan, kalian semua jangan sungkan-sungkan gunakan saya sebagai batu pijakan, batu loncatan kalian. Itu tuntutannya kalau pengurus partai bekerja professional. Sebagai Ketua DPW saya akan pertaruhkan nama baik untuk mengawal proses-proses di PSI Jakarta sampai tuntasnya pemilu 2019, supaya mesin partai berjalan efektif dan objektif. Sebagai Ketua DPW, saya adalah pelayan kalian semua.

Di Pemilu 2019, kami pasang target yang tinggi untuk PSI Jakarta. Ini kalau saya sebut mungkin banyak yang kaget, mungkin banyak yang bilang mustahil. Pemilu 2019 sudah kurang dari dua tahun lagi. Kalau kita kerja keras, harus bisa. Kalau mau punya pengaruh dan kekuatan untuk membawa perubahan, otomatis harus punya kekuatan di parlemen yang signifikan juga.

PSI Jakarta pasang target, di Pileg 2019 kita mau memenangkan 3 kursi DPR dan 10 kursi DPRD. Selain punya fraksi sendiri, kita juga mau salah satu dari wakil ketua DPRD adalah kader PSI. Untuk bisa dapat kursi sebanyak itu, kita harus bisa memenangkan setidaknya 400.000 suara. Dua tahun ke depan jaringan kita harus terus diperluas, mesin bergerak di udara dan di akar rumput. Anggota kita sekarang baru 10.000, target kita menjelang 2019 sudah ada 200.000 anggota, termasuk di dalamnya 35.000 relawan lapangan yang akan berkampanye dan mengawal suara hingga selesai rekapitulasi nanti.

Bicara soal logistik, saya sudah hitung-hitung kalaupun kita mau kampanye yang bersih, tetap perlu logistik. Kita realistis saja, yang penting sah, akuntabel, dan digunakan secara efektif dan bertanggung jawab. Laporan keuangan semua ada di website dan akan diaudit secara profesional. Menuju 2019, termasuk untuk operasional kantor selama ini, kita harus melakukan patungan rakyat, penggalangan dana, untuk mengumpulkan dana kampanye dan operasional sebesar 50M. Saya juga jujur saja masih agak bingung gimana mewujudkan itu semua. Bayangkan 400.000 suara. Tapi ini harus kita pikirkan dan usahakan bersama-sama.

Kenapa orang mau daftar jadi anggota PSI, mau patungan untuk PSI, dan mau coblos PSI di 2019 nanti? Apa jualan PSI sehingga orang mau dukung bahkan berkorban tenaga, waktu, dan materi?

Itu kenapa besok, tanggal 27 Agustus, DPP akan launching program seleksi caleg nasional. Kita akan buka pendaftaran orang-orang untuk jadi caleg dan menggunakan kendaraan PSI. Kita harus cari dan yakinkan orang-orang baik yang kita lihat punya semangat, punya visi, integritas, kompetensi, dan juga potensi untuk menjadi wakil rakyat yang berkualitas dan punya hati. Ini sangat penting bro dan sis semua. Kita harus dapatkan 106 caleg. Realistisnya, kalaupun 106 orang maju dari PSI tidak mungkin 106 terpilih. Target kita 10 yang akhirnya terpilih. Kita mungkin perlu kumpulkan dari seluruh caleg nanti 20-30 caleg yang terbaik.

Semua orang bisa daftar jadi caleg, dan jadi caleg tidak hanya orientasinya untuk terpilih, karena itu tadi, tidak mungkin semuanya terpilih. Jadi caleg bisa juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri, menguji diri. Bro dan sis yang maju jadi caleg mungkin tidak langsung terpilih di pemilu 2019, tapi bisa jadi pembelajaran untuk ke depannya maju lagi. Tidak ada salahnya, hidup juga masih muda. Saya juga 2014 kemarin nyaleg DPRD dan tidak terpilih. Tahun 2012 akhir saya putuskan mau maju, waktu itu usia saya masih 21 tahun. Saya gagal caleg, tapi sekarang di tahun 2017, saya jadi Ketua DPW partai baru. Pengalaman caleg itu yang memperlengkapi saya sampai sini.

Selain program seleksi caleg, PSI Jakarta juga akan membentuk tim penyusunan platform kebijakan. PSI Jakarta harus punya program yang jelas, jangan hanya ngomong mau pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang baik. Kalau hanya ngecap manis saja, semua partai juga sama, semua orang juga bisa. Tapi PSI harus berbeda. Seorang caleg, pengurus, ataupun kader anggota, kalau ditanya orang, “Memangnya PSI punya program apa untuk pendidikan di Jakarta?” Tidak boleh hanya jawab, “Oh, PSI mau pendidikan yang berkualitas, guru yang berkualitas, fasilitas sekolah yang lengkap.” Semua partai semua caleg juga akan ngomong gitu. Kader PSI, mau dia tinggal di Jakarta Utara atau Jakarta Selatan, mau dia nyaleg atau tidak, harus bisa jawab. “Program pendidikan yang PSI perjuangkan adalah untuk membangun 121 gedung sekolah baru, merenovasi 145 gedung yang ada, menambah guru sebanyak 588, khususnya di daerah Selatan dan Timur. Anggaran yang dibutuhkan lima tahun ke depan adalah 45 Trilyun, tahun pertama sekian, tahun kedua sekian, dan seterusnya.”

Itu angka-angka cuma contoh, saya juga ngga tau. Tapi maksudnya jawaban itu harus konkrit, jangan ngawang. Jujur saja kita sekarang ini belum bisa kasih jawaban seperti itu. Itu kenapa kalau saya ketemu teman, terus mereka tanya mendalam tentang PSI, saya belum bisa kasih jawaban yang tajam seperti itu. Semua perlu proses. Tapi kebijakan yang PSI Jakarta perjuangkan harus jelas. Untuk pendidikan apa, kesehatan, tata ruang, olahraga, kepemudaan, dan seterusnya. Harus ada komite khusus yang menyusun platform kebijakan.

Jualan PSI ya itu. Caleg-caleg yang terbaik, punya standar integritas, bersih, transparan, professional, punya kompetensi dan potensi. Kalau bicara soal program juga jelas. Jadi rakyat tau, untung dan ruginya kalau pilih PSI itu apa. Kelas menengah tau, wirausahawan tau, pengusaha tau, olahragawan, guru, buruh, semua tau program PSI yang spesifik dan jelasnya untuk masing-masing mereka itu apa.

Jadi pada saat PSI bikin acara gala dinner dan mengajak masyarakat patungan untuk mendanai PSI, yang kita tawarkan jelas. Pada saat kita ajak saudara, teman, dan tetangga untuk jadi anggota, hak dan kewajiban mereka jelas. Pada saat kita kampanye minta dukungan dan dipilih, caleg kita jelas dan program kita jelas. Jangan hanya jualan PSI partai muda dan partai baru. Anak muda juga nanti tua. Partai baru juga nanti akan jadi tua dan lama. Itu bukan jualan utama kita. Jangan salah.

Bro dan Sis, sekali lagi saya tekankan. PSI Jakarta harus hadir untuk menjawab permasalahan warga. Seperti yang sudah saya share di Talkshow tadi pagi. Saya masuk politik karena Pak Haji Deden. Karena saya melihat susahnya rakyat kecil, pendidikan susah, kesehatan susah, cari kerja susah, berkarya susah. Di Tanjung Selor, saya melihat banyak hal, saya melihat banyak hal yang menyesakkan hati saya.

Di suatu kampung di dekat Grogol sana, saya temukan anak-anak yang lulus SMA, padahal nilainya sudah baik, bahkan bisa keterima di Universitas Negeri, tapi karena kendala biaya akhirnya tidak bisa melanjutkan menggapai cita-cita yang lebih tinggi. PSI Jakarta tidak akan biarkan anak muda yang rajin tidak bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Di kampung itu, saya temukan seorang ibu yang jatuh sakit, dia tahan tiga minggu tidak pergi ke dokter. Alasannya, takut kena biaya mahal. Waktu itu belum ada BPJS, belum ada KJS. Jokowi belum terpilih. Ditahan itu sakit dan akhirnya tiba-tiba meninggal. Anaknya ada dua, satu kelas 4 SD, satu lagi blm masuk 1 SD. Ayah kedua anak ini sudah meninggal duluan dua tahun sebelumnya karena kecelakaan. Sekarang mereka yatim piatu. PSI Jakarta tidak akan biarkan ibu yang sakit kesulitan biaya dan meninggal di rumahnya karena menahan sakit.

Di kampung itu, saya temukan nenek-nenek yang sudah tua sebatang kara. Tidak ada penghasilan, tidak ada lagi keluarga dekat untuk mengurus. Seorang nenek suatu hari jatuh dari tangga, tulang lengannya keluar dari daging. Pengobatan sudah gratis pada saat itu, tapi tidak berapa lama dirawat di RS Tarakan, nenek itu memilih pulang. Setidaknya di kampungnya ada tetangga-tetangga yang ia kenal. Tidak lama kemudian si nenek meninggal, sebatang kara. PSI Jakarta tidak akan membiarkan orang tua dan lansia ditelantarkan.

Tapi jangan salah mengerti, rakyat yang ada, baik di pusat kota ataupun pelosok-pelosok Jakarta, tidak berharap bahwa pemerintah dapat menyelesaikan semua permasalahan hidup mereka. Baik pejabat besar ataupun partai politik tidak bisa menyelesaikan semua masalah Ibukota. Rakyat sadar bahwa ada kerja keras di hadapan mereka yang harus mereka sendiri juga lakukan. Mereka mau bekerja dan mengusahakan itu. Dunia ini memang bukan surga, tapi mereka mau mengupayakan yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya. Mereka berharap punya kesempatan, karena kalau saja ada kesempatan, mereka juga mau berjuang untuk bisa maju.

Masyarakat merasakan di dalam lubuk hati terdalam mereka, bahwa di Jakarta ini, kalau saja ada peluang, satu titik di mana pintu-pintu kesempatan dibuka untuk semua, mereka pun bisa mendapatkan hidup yang lebih baik. Mereka menghendaki pilihan itu.

Itulah tugas kita, Partai Solidaritas Indonesia di Jakarta, untuk mengusahakan perubahan. Bukan untuk menyelesaikan semua untuk seluruh rakyat, karena kita bukan Tuhan. Tapi untuk sebisa kita, mengupayakan agar semua orang di Jakarta punya kesempatan yang sama, untuk bisa mengenyam pendidikan dan hidup sehat, sehingga mereka pun bisa maju dan berdikari. Berapa banyak warga di Jakarta kesulitan untuk berdikari karena sistem yang kejam terhadap mereka, yang bukannya menolong malahan menindas mereka.

Sayangnya, banyak orang yang menyadari tantangan ini bukannya terjun dan melakukan sesuatu, tapi membentengi diri mereka dengan apatisme dan sinisme. Mereka tidak mau ikut campur yang namanya politik, seolah terlalu rendah untuk mereka. Ada juga yang tidak mau ikut campur politik karena merasa terlalu asing. Ada juga yang takut, karena dianggap politik akan merusak kebaikan yang mereka miliki. Mereka temboki diri dari gerakan perubahan, berpikir bahwa dunia bisa berubah dengan sendirinya, bahwa Kota Jakarta bisa maju dengan sendirinya.

Apakah kita akan tunduk kepada apatisme, kepada pandangan anti-politik? Sinisme dan ketidakpercayaan bahwa Negara ini bisa berubah, dan pemerintahan hanyalah sarang bagi elit memperkaya dan melayani diri sendiri saja. Tidak, PSI Jakarta hadir membawa suatu obor dengan api yang membara, suatu cahaya harapan akan politik dan pemerintahan yang lebih baik lagi, lebih responsif terhadap kesusahan yang dialami tiap individu dan kelompok untuk bertahan hidup di tengah kerasnya Ibukota.

Harapan ini ada di tengah kesusahan, di tengah ketidakpastian. Inilah berkah yang Tuhan berikan kepada kita di ruangan ini, menjadi landasan bagi setiap langkah kita ke depan, suatu harapan akan hal yang tidak kita lihat, akan masa depan yang lebih cerah.

Saya tidak menjanjikan perjalanan yang mudah, yang ringan-ringan saja. Tidak ada perubahan lahir dari malas-malasan. Tidak ada kemajuan muncul tanpa keringat dan pengorbanan. Bro dan sis, semakin tinggi PSI Jakarta ini naik, semakin kencang angin yang kita hadapi. Saat ini bro dan sis baru menghadapi orang-orang yang mencibir dan mengejek kita, ke depan bro dan sis akan menghadapi orang-orang yang membenci kita karena perubahan yang kita perjuangkan. Akan ada orang-orang yang ingin melihat kita hancur, kita gagal, kita pecah, bubar, karena mereka merasa terancam.

Bro dan sis, politik itu bukan tempat untuk orang yang berhati lemah, tapi bukan berarti kita yang bukan siapa-siapa tidak bisa berbuat apa-apa. Memang, kita mungkin tidak memiliki kesabaran sedalam Jokowi, hati sekuat Ahok, kemampuan sehebat Ibu Risma, inspirasi secemerlang Ridwan Kamil. Jika dilihat dari usia, banyak dari kita masih muda dan belum banyak pengalaman. Dilihat dari keilmuan, banyak dari kita hanyalah murid yang masih belajar. Dilihat dari kemampuan finansial, banyak dari kita hanyalah rakyat kecil di tengah megahnya Ibukota. Tetapi seberapa sering dunia diguncang oleh semangat, tekad, dan ketulusan generasi muda.

Bro dan sis, hari ini biarlah kita suarakan kepada orang-orang yang berkuasa di Kota ini, juga kepada orang-orang yang masih apatis dan tidak peduli, dan juga kepada orang-orang yang tertindas. Bahwa hari ini, 27 Agustus 2017, tiga ratus pemuda ada di ruangan ini menghendaki perubahan. Hari ini, tiga ratus pemuda menyatakan akan berjuang, walaupun keringat bercucuran, air mata tercurah, darah tertumpah, diiringi dengan nafas lelah melewati perjalanan panjang di tengah padang kekeringan. Ini bukan jalan yang mudah, tapi kita berjalan terus dengan cahaya obor harapan. Harapan itulah yang kita kumandangkan, yang kita sodorkan dan tawarkan untuk warga Jakarta dan rakyat Indonesia.

Mari kita jawab tantangan ke depan dengan soliditas dan kerjasama. Tuhan Yang Maha Kuasa beserta dengan kita, dengan PSI, dan dengan segenap jajaran pemerintahan yang sudah Ia berikan kuasa dan amanah memimpin bangsa ini. Terima kasih.

 

KETUA PW PSI JAKARTA
MICHAEL VICTOR SIANIPAR

Berusaha Ubah Wajah Perpolitikan Ibukota Jadi Positif, PSI Jakarta Inisiasi #BikinKerenJakarta

Jakarta, 22 Agustus 2017 – Pasca Pilkada DKI Jakarta, banyak sekali konflik di masyarakat yang terjadi akibat huru-hara politik. Pemilihan umum maupun kepala daerah menjadi suatu hal yang dianggap negatif karena banyak praktek politik kotor yang bernaung di dalamnya. Sebut saja politik SARA, intoleransi, persekusi anak, politik uang, elitisme, klientalisme, rekam jejak yang buruk seperti kasus korupsi yang menjerat ketua partai, dan lain-lain.

Tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelaku politik Indonesiapun kian menurun. Survei Indikator Politik tahun 2015 menyebutkan bahwa DPR mendapatkan 59,2% kepercayaan publik, bahkan tahun 2016 turun jadi 48,5%. Partai politik sendiri menduduki urutan terakhir dalam mendapatkan kepercayaan publik yaitu hanya 39,2% di tahun 2016.

Dengan semangat kebaruan, PSI Jakarta ingin mengubah stigma politik yang terlanjur buruk ini agar politik menjadi dekat dan “dimiliki” oleh masyarakat. PSI Jakarta ingin menjadikan partai politik sebagai wadah aspirasi masyarakat, perpanjangan tangan masyarakat sipil, kendaraan politik bagi pemimpin bersih dan berintegritas, di mana anak-anak muda bisa ikut berkontribusi di dalamnya.

“Politik itu penting untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik. Untuk itu, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal baru yang mengembalikan semangat warga Jakarta dalam berpolitik,” jelas Michael Victor Sianipar, Ketua DPW PSI DKI Jakarta.

Untuk mewujudkan lahirnya pemimpin politik yang bersih dan berintegritas, PSI Jakarta mengadakan KOPDARWIL (Kopi Darat Wilayah) 2017, sebuah agenda tahunan yang inklusif bagi anak muda untuk memberi wajah baru bagi perpolitikan Ibukota. KOPDARWIL 2017 akan dilaksanakan di Novotel Hotel  Gajah Mada, pada tanggal 26 Agustus 2017 dan terbuka bagi peserta umum. Tujuan KOPDARWIL adalah meningkatkan kapasitas anggota dan peserta umum soal politik dan cara menyelesaikan masalah sosial yang ada di Jakarta.

Anggara Wicitra, Ketua DPD PSI Jakarta Selatan selaku Ketua Pelaksana KOPDARWIL 2017, menjelaskan bahwa Kopdarwil ini juga diperuntukkan agar anak muda jangan ragu untuk terlibat aktif di politik. “KOPDARWIL PSI Jakarta merupakan sebuah wadah bagi mereka yang mau bareng-bareng bikin keren Jakarta. Karena kami tahu bahwa semakin sedikit anak muda yang enggan masuk politik — entah karena takut menjadi ‘tidak baik’ atau karena memang sudah kecewa.”

Mangusung tema “Pemuda, Politik, & Perubahan”, kader dan peserta KOPDARWIL akan disajikan talkshow serta workshop peningkatan kapabilitas yang terbagi menjadi dua sesi. Baik talkshow maupun workshop, akan disampaikan langsung oleh masyarakat sipil seperti NGO serta tokoh-tokoh dan organisasi inspiratif yang sudah banyak berkontribusi bagi pembangunan bangsa seperti: Yenny Wahid (Wahid Institute), Ade Irawan (Indonesian Corruption Watch), Yunarto Wijaya (Charta Politika), Yuniyanti Chuzaifah (Komnas Perempuan), Hasan Nasbi (Cyrus Network), Arief Aziz (Change.org), Surya Sahetapy, YCAB Foundation, Kitabisa.com, KPK, Sinergi Muda, dan lain-lain.

Kopdarwil ini juga diperuntukkan untuk mempersiapkan kader-kader PSI Jakarta menuju Pemilu dan Pileg 2019. Akan disampaikan juga Rencana Kerja PSI Jakarta 2017-2018, Pembekalan Kader lewat sesi-sesi workshop dengan narasumber ahli, serta penyamaan visi-misi PSI Jakarta. Beberapa sesi workshop yang diadakan diantaranya: Pemberantasan Korupsi, Toleransi dan Keberagaman, Political Branding, Kesenjangan Sosial, Tata Ruang Jakarta, dan lain-lain.

Sekilas Tentang Partai Solidaritas Indonesia

Partai Solidaritas Indonesia atau disingkat PSI adalah partai politik baru. Partai yang membawa identitas DNA: kebajikan dan keragaman. PSI berpijak pada kesadaran bahwa politik sejatinya adalah hal yang baik. Meski kini kata “baik” dan “politik” lebih sering bersimpang jalan, PSI hadir untuk mendekatkan kembali politik kepada kebajikan. PSI Jakarta sendiri terdiri dari muda-mudi Jakarta yang ingin mewujudkan cita-cita suci itu dimulai dari Ibukota Jakarta.

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Neildeva Despendya
Public Relations,
DPW PSI DKI Jakarta
E: neildeva@psi.id
M: +62878 7820 3773