PSI: Waspadai Gejala Kawan Dapat Jabatan di Ibu Kota!

PSI: Waspadai Gejala Kawan Dapat Jabatan di Ibu Kota!

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, baru saja melantik teman dekatnya, Sarman Simanjorang, menjadi Komisaris Utama PT DELTA DJAKARTA. Sandi beralasan penunjukan ini karena Sarman dinilai dapat memanfaatkan jaringan bisnis yang dia miliki untuk memajukan perusahaan produsen bir lokal terbesar di Jakarta ini.

Padahal, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, giat membicarakan pelepasan saham salah satu BUMD DKI Jakarta ini. Bahkan, mulanya Anies dengan girang menjelaskan ihwal proses kajian finansial untuk menggantikan keuntungan yang didapat dari saham perusahaan ini. Namun, menjelang pergantian komisaris utama ini memang tak ada lagi kelanjutan pemberitahuan mengenai kajian tersebut. Nasibnya mungkin seperti kebijakan yang sudah-sudah, selalu panas di awal, dingin di akhir.

PSI Jakarta menilai penempatan kawan pemimpin ibu kota ini sebagai pertanda awal terhadap gejala banyaknya teman Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan ramai-ramai mewarnai jabatan birokrasi atau perusahaan daerah di Jakarta.

“Ini adalah gejala munculnya kembali cara lama politik pemerintahan yang memberikan jabatan kepada para kawan. Harusnya dibuka luas-luas, kalau memang cari dari kalangan profesional ya jangan sekedar cari yang kenal atau banyak membantu di masa Pilkada saja. Lama-lama kepercayaan publik bisa hilang,” kata Michael Victor Sianipar, Ketua DPW PSI Jakarta, Kamis, 26 April 2018.

Michael menyayangkan pengangkatan Sarman karena ini akan membawa preseden buruk bagi pemerintahan di ibu kota saat ini. Terlebih lagi, banyak pihak, bahkan masyarakat Jakarta yang mengetahui aktivitas Sarman mendampingi Sandiaga Uno selama masa kampanye pilkada tahun lalu. Sarman juga rajin menemani Sandi jika ada pertemuan dengan para birokrat pemerintahan.

“Apakah tidak cukup dengan memasukkan para tim sukses ke dalam TGUPP sehingga harus BUMD juga yang jadi sasarannya? Saya rasa Pemprov harus bisa menjelaskan urgensi dan tujuannya apa, dan kita jangan puas sebelum ada penjelasan tersebut,” lanjut Michael.

PSI Jakarta berharap masyarakat Jakarta terus mengawasi manuver kedua pemimpinnya ini. Apalagi, sudah hampir lewat masanya ‘puasa’ pergantian pejabat pemerintah, sehingga ini dapat menjadi peluang bagi Anies-Sandi untuk kembali membawa kawan-kawannya kepada jabatan strategis di dalam birokrasi pemerintahan.

“PSI Jakarta berkomitmen untuk selalu mengawasi kebijakan Pemprov DKI Jakarta agar tak hanya menguntungkan pihak tertentu saja, melainkan seluruh warga DKI yang sudah memberikan amanah kepemimpinan ibu kota kepada pasangan Anies-Sandi,” tegas Michael.

Berhembus juga isu akan adanya perombakan pejabat di lingkungan Pemprov DKI dalam waktu dekat. PSI mengingatkan agar proses perombakan dilakukan dengan transparan dan bertanggung jawab.

“Kami akan memperhatikan apakah rotasi pejabat sudah mengikuti proses dan sistem lelang yang sudah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya. Hasil tes dan lainnya harus dibuka ke publik. Kami harap Gubernur tidak hanya mengikuti permintaan-permintaan partai dan kelompok pendukung Pilkada saja untuk menempatkan pejabat di posisi strategis, khususnya di dinas-dinas yang rawan korupsi,” tutup Michael.

Michael Victor Sianipar

Ketua DPW PSI Jakarta

HP: 0817-0819-033

 

Begini Loh Cara Mendapatkan Caleg Terbaik

Begini Loh Cara Mendapatkan Caleg Terbaik

Sejak pertama kali dibuka, jumlah orang yang sudah mendaftar menjadi calon anggota legislatif DPRD Jakarta melalui PSI sudah mencapai 280 orang dan diperkirakan akan segera menembus angka 300 orang. Padahal, posisi caleg DPRD yang PSI perlu isi di seluruh daerah pemilihan Jakarta hanyalah 106 caleg.

Bagaimana sih caranya PSI Jakarta untuk tidak salah memilah calon dengan kompetensi, visi, dan semangat juang?

 

Semua dimulai dari kertas

Syarat pertama untuk resmi mendaftar sebagai caleg sudah seperti mendaftar sekolah ke luar negeri. Setiap peminat diwajibkan mengisi online appication melalui website resmi PSI. Caleg diwajibkan menulis essay yang menjelaskan pemikiran atau program kerjanya untuk memberantas KORUPSI dan INTOLERANSI (cukup fokus di salah satu). Tidak lupa, caleg dimina melampirkan CV yang merinci latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan pengalaman berorganisasi secara singkat dan efektif. CV yang terbaik yg diterima pada umumnya cukup satu hingga dua halaman saja.

Semua dokumen itu harus lengkap sebelum diproses oleh Komite Seleksi Caleg, yang beranggotakan perwakilan pengurus dan anggota PSI Jakarta. Di tahap seleksi dokumen, hampir 30% dinyatakan tidak lolos jika Komite menilai essaynya tidak memuaskan atau CV nya berantakan!

 

Penilaian para ahli

Pendaftar yang lolos seleksi dokumen kemudian dipanggil wawancara ke Kantor PSI Jakarta di Jl. Petojo Melintang. Setiap peserta diwajibkan menyiapkan paparan presentasi dan menjelaskan secara singkat siapa dirinya, kenapa maju, dan program unggulan apa yang akan diperjuangkan. Waktunya tidak lebih dari 20 menit, yakni 5 menit paparan awal dan 10-15 menit tanya jawab dengan Panitia Seleksi yang beranggotakan para ahli di bidangnya masing-masing.

Ahli yang diminta tolong oleh PSI Jakarta untuk menilai para caleg termasuk Hasan Nasbi CEO Cyrus Network (konsultan politik), Ade Irawan mantan Koordinator ICW (lSM anti korupsi), Saidiman dari SMRC (konsultan politik), Ani Soetjipto (Dosen Kajian Gender UI), Inayah Wahid (Wahid Institute), dan lainnya.

Pansel menilai apakah pendaftar menganut nilai-nilai perjuangan yang sama dengan PSI, memiliki visi besar untuk Jakarta, mampu mengkomunikasikan idenya, memiliki ide kreatif, punya track record baik dan profesionalisme di bidangnya, dan juga apakah pendaftar menunjukan aura pemimpin perubahan.

Proses wawancara direkam dan dapat diakses live streaming di youtube dan instagram! Ini agar proses seleksi caleg benar-benar transparan dan akuntabel.

Berapa banyak yang gugur di tahap ini? Dari pendaftar yang dipanggil wawancara, 30-40% gugur di tahapan wawancara pansel!

 

Pembuktian di lapangan melalui Kampanye Mini dan Uji Publik

Pendaftar yang sudah lolos seleksi dokumen dan wawancara pansel tidak langsung menjadi caleg. Tahap terakhir yang harus dilalui adalah Kampanye Mini. Di sini, para pendaftar diberikan tenggat waktu kurang lebih satu bulan (6 minggu untuk Gelombang Pertama dan 3 minggu untuk Gelombang Kedua) untuk mengumpulkan ratusan formulir dukungan dari warga yang tinggal di daerah pemilihan para pendaftar. Sebelum terjun di kampanye sebenarnya, para caleg akan merasakan tantangan-tantangan nyata bertemu dan meyakinkan orang baik di lingkungan terdekatnya, di kampung-kampung, hingga di penjuru Jakarta. Di Gelombang Kedua, bahkan ada syarat tambahan yaitu pendaftar harus mengumpulkan 20 Vlog dari rekan-rekan yang menyatakan dukungan dan alasan mendukung si pendaftar maju di DPRD Jakarta. Di Gelombang Pertama, yang lolos tahapan ini hanya 50%.

Kemudian di Uji Publik, para caleg akan dipertemukan dengan perwakilan pengurus, anggota, serta kontributor PSI yang sudah ikut patungan rakyat untuk sesi debat caleg. Setiap peserta memberikan pidato tentang visi-misi, kemudian tanya-jawab oleh moderator, antar caleg, dan pertanyaan dari hadirin. Inilah ruang publik bisa mengevaluasi caleg PSI Jakarta. Para hadirin akan mengisi kuesioner untuk memberikan penilaian terhadap performa dan kelayakan masing-masing pendaftar sebagai caleg DPRD yang maju melalui PSI.

 

Mempersiapkan calon legislatif yang mumpuni

Setelah serangkaian tahapan ini selesai, barulah pendaftar resmi menjadi caleg PSI Jakarta dengan nomor urut. Ternyata tidak mudah ya menjadi caleg dari PSI Jakarta! PSI Jakarta benar-benar mencari putra-putri terbaik Kota Jakarta untuk maju dan memperbaiki sistem.

Namun, tidak berhenti di situ, PSI Jakarta berkomitmen untuk terus mengasah dan menempa para caleg tersebut melalui serangkaian materi Kaderisasi. Caleg-caleg akan mendapat pembekalan dari ahli anggaran, tata kota, hukum, dan lainnya agar mereka paham betul isu-isu yang berkembang di Jakarta dan solusi apa yang diperlukan.

Kaderisasi ini akan mempersiapkan caleg yang datang dari berbagai latar belakang untuk digembleng selama enam bulan penuh sebelum menempuh masa kampanye. Terlepas dari mana caleg kita berasal, apa latar belakang pendidikan dan pekerjaannya, caleg PSI Jakarta adalah kandidat dengan persiapan mental, ilmu, dan visi yang paling mantap yang PSI banggakan untuk merepresentasikan warga DKI Jakarta!

Written by: Michael Sianipar, Ketua DPW PSI Jakarta