Ada 41 Pedagang Positif Covid 19, Pasar Cempaka Putih Disemprot Disinfektan

Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat dilakukan sterilisasi akibat 41 pedagang Pasar terkonfirmasi positif Covid-19.

Sterilisasi dilakukan dengan penyemprotan disinfektan.

Pantauan wartakotalive.com sejumlah petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat tiba dilakukan langsung melakukan sterilisasi dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke area Pasar.

Penyemprotan dilakukan dari mulai kios-kios di dalam pasar hingga faislitas-fasilitas umum yang ada di area Pasar, terutama fasilitas yang sering disentuh oleh pedagang maupun pengunjung.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Asril Rizal mengatakan jika penyemprotan disinfektan di Pasar Cempaka Putih merupakan permintaan langsung dari Pasar Jaya.

“Kami lakukan karena adanya permintaan dari PD Pasar untuk melakukan penyemprotan disinfektan di sini.

“Sehubungan dengan kemarin beberapa waktu lalu ditemukan adanya pedagang yang terkena Covid 19,” kata Asril di Pasar Cempaka Putih, Senin (13/7/2020).

Asril mengatakan tidak ada kendala saat melakukan proses penyemprotan disinfektan ini, sebab saat dilakukan penyemprotan kondisi Pasar tengah ditutup untuk sementara waktu, sebagai upaya sterilisasi.

“Pagi ini kami mengerahkan kurang lebih 8 personil 2 unit untuk melakukan penyemprotan di seluruh area Pasar Cempaka Putih ini,” katanya.

Asril menyebut jika penyemprotan disinfektan ini akan dilakukan secara berkala selama tiga hari kedepan dimulai dari hari ini.

Hal ini dilakukan untuk memastikan jika Pasar kembali steril dan siap dibuka kembali.

“Ini akan rutin selama tiga hari. Hari ini kita semprot besok kita semprot selama tiga hari ini agar Pasar Cempaka Putih ini steril,” ucapnya.

Sebelumnya, Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusa di tutup selama 3 hari mulai Senin (13/7/2020) hingga Rabu (15/7/2020).

Akibat 41 pedagang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab test minggu lalu.

Kepala Pasar Cempaka Putih, Eko Purwanto membenarkan jika pada hari ini Senin (13/7) Pasar Cempaka Putih ditutup untuk sementara.

Ia mengatakan jika penutupan ini sebagai langkah sterilisasi.

“Penutupan di mulai hari ini mengantisipasi atau kami lakukan sterilisasi.

“Penutupan sampai 3 hari, hari ini Senin, sampai Rabu. Kamis baru buka,” kata Eko ditemui, Senin (13/7/2020)

Eko menyampaikan jika, penutupan sementara ini dilakukan setelah 41 pedagang dinyatakan positif Covid-19 oleh Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih berdasarkan dari hasil swab test yang dilakukan pada tanggal 8 Juli 2020 lalu.

“Jadi gini hasil swab test yang dilakukan dan ketahui dari 124 yang hadir ada 41 yang terkena atau terdampak dari pada Covid-19,” ucapnya.

DKI Dianggap Belum Serius Benahi Protokol Covid-19 di Pasar Tradisional, Ini Fakta-faktanya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dianggap belum serius membenahi protokol kesehatan di pasar tradisional yang merupakan titik episentrum penyebaran Covid-19.

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membenahi pasar tradisional agar penyebaran virus dapat dikendalikan.

“Kita butuh terobosan dan ketegasan untuk memutus rantai penyebaran virus.

“Sekarang ini virus dari pasar tradisional sudah merambah ke pemukiman sekitar,” kata anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (11/7/2020).

“Kalau tidak dibenahi lonjakan kasus akan terus terjadi,” tambah William yang juga menjadi anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini.

William mengaku, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Cengkareng, Jakarta Barat yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya pada Jumat (10/7/2020) lalu.

Dari hasil sidak tersebut ditemukan belum ada ketentuan pasti terkait pembatasan pengunjung pasar hingga 50 persen.

Padahal sejak aturan ganjil genap pedagang dihapus, kapasitas pengunjung pasar ini akan diawasi dan diperketat.

Pengerahan 5000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memantau juga masih belum menjamin pelaksanaan protokol kesehatan akibat buruknya sistem ventilasi dan minimnya jarak antar lapak pedagang sehingga risiko penularan tinggi.

Dalam sidaknya, William juga mendapati pos pemantauan pengunjung dilakukan di samping parkiran motor, bukan di pintu masuk pasar. Ini menyebabkan pengunjung yang berjalan kaki dapat mudah lolos dari hitungan.

Dia juga meragukan pengelola pasar memiliki hitungan pasti berapa jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk ke dalam pasar.

“Diperkirakan 500 pengunjung boleh masuk pasar, tapi itu hanya tebakan pengelola pasar saja.

“Tapi bagaimana mau dibatasi kalau tidak ada yang menghitung,” ungkapnya.

Saat mengunjungi pasar, hanya didapat sekitar 10 ASN yang bertugas berkeliling, jauh dari klaim akan ada 50 ASN diturunkan ke lapangan. Kata dia, ASN memang sudah bertugas, tapi fungsinya belum optimal.

“Banyak pedagang hanya memakai masker, tidak pasti apa cukup pakai masker atau wajib pakai face shield dan sarung tangan seperti anjuran Kemenkes,” ujarnya.

Meski demikian William memuji langkah Pemprov DKI yang membekali setiap ASN yang bertugas dengan tes swab dan perlengkapan masker serta face shield.

Selanjutnya tes swab ini harus terus digalakkan bukan hanya untuk petugas ASN tapi juga pedagang dan pekerja pasar, termasuk kuli dan petugas parkir.

“Kita harus bersama-sama memutus rantai penyebaran virus di pasar tradisional.

“Pembeli harus didorong untuk tidak setiap hari berbelanja ke pasar.

“Penjual juga harus diajarkan untuk mulai berjualan online agar interaksi tatap muka berkurang,” katanya.

Dalam seminggu terakhir terjadi lonjakan penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta, dari sebelumnya 100-an kasus per hari menjadi 200-300 kasus per hari.

“Kemarin Jakarta mencatat rekor penambahan 357 kasus perhari, kalau tidak ada langkah nyata pemutusan penyebaran di pasar tradisional, saya khawatir peningkatan akan terus terjadi,” jelasnya.

Sebanyak 384.684 Warga Jakarta Ikuti Swab Test Covid-19, 5.763 Orang Pakai Tes PCR, Ini Bedanya

Sebanyak 384.684 orang di ibu kota mengikuti swab test Covid-19 memakai alat polymerase chain reaction (PCR) di Jakarta.

Pengecekan yang dilakukan sampai Jumat (10/7/2020) ini dianggap lebih akurat karena sampel swab diambil dari hidung dan tenggorokan.

Pihak Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, pelaksanaan tes PCR per Jumat (10/7/2020) kemarin ada 5.763 orang.

“Rinciannya, sebanyak 4.890 orang mengikuti tes untuk menegakkan diagnosis kasus baru, dengan hasil 359 orang positif dan 4.531 orang negatif,” kata Ani berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (11/7/2020).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR.

Di antaranya membangun Laboratorium Satelit Covid-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu sejak 9 April 2020, dan membangun jejaring dengan 41 laboratorium pemeriksa Covid-19.

Sementara itu, jumlah warga Jakarta yang mengikuti rapid test atau tes cepat Covid-19 ada 264.341 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 9.191 orang atau 3,5 persen dinyatakan reaktif Covid-19, sedangkan 256.150 orang dinyatakan non-reaktif.

Pemeriksaan masif secara selektif terus dilakukan di daerah kelurahan terpilih yang dikaji secara epidemiologis dan berdasarkan kepadatan penduduk.

“Ada 58 kelurahan lebih terpilih yang dilakukan rapid test tersebut. Sasaran ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu, dan juga pada ibu hamil,” ujarnya.

Bagi orang yang hasilnya dinyatakan reaktif Covid-19, petugas akan membawanya ke rumah sakit rujukan Covid-19 untuk pengecekan lebih lanjut dengan swab tes.

Melalui pengecekan PCR, petugas dapat memastikan keberadaan virus Covid-19 yang bersarang di hidung maupun tenggorokan seseorang.

Sedangkan rapid test, hanya melakukan pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Bila seseorang terkena serangan kuman, antibodi akan bereaksi sehingga hasilnya akan positif.

Begitu juga sebaliknya, bila tidak terkena serangan kuman, antibodi tidak akan bereaksi sehingga hasilnya negatif.

“Rapid test juga dilakukan di Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP),” katanya.

Pelaksanaan rapid test ditujukan bagi orang yang berisiko tinggi menularkan ataupun tertular Covid-19.

Contohnya tenaga medis dan orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP).

Kemudian, orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien konfirmasi Covid-19, dan orang dalam pemantauan (ODP).

Seperti, seseorang yang mengalami demam di atas 38 derajat celcius atau riwayat demam, gejala gangguan sistem pernapasan seperti flu dan batuk.

Termasuk orang yang memiliki riwayat perjalanan di area terdampak Covid-19 maupun dari luar negeri. Dalam kesempatan itu dia, mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan, physical distancing atau jaga jarak.

Misalnya bekerja, belajar dan beribadah di rumah, menghindari keramaian, menjaga kebersihan melalui cuci tangan dan mengunakan masker jika harus keluar rumah.

“Upaya dan langkah-langkah memutus penyebaran Covid-19 ini perlu dilakukan bersama oleh seluruh komponen masyarakat,” jelasnya.

“Bagi masyarakat, kami imbau untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak antarorang minimal 1,5 – 2 meter, dan menjaga diri untuk tetap beraktivitas di rumah,” tambahnya.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga telah memberikan layanan kesehatan jiwa (mental) terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan konsultasi online melalui aplikasi sahabat jiwa (berbasis website) pada situs https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id.

Pada masa PSBB transisi ini, kewaspadaan harus ditingkatkan.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat turut mengisi survei persepsi risiko COVID-19 yang dapat diakses pada situs https://s.id/resikocovid.

“Survei yang diisi dapat menjadi masukan bagi Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan penanganan COVID-19 ke depannya,” imbuhnya.

UPDATE Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Sabtu 11 Juli 2020: Pasien Bertambah 359, Menjadi 13.957 Orang

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 di ibu kota mencapai 359 orang pada Sabtu (11/7/2020).

Bagi orang yang terbukti positif Covid-19, mereka menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Pihak Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, secara kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 13.957 orang.

Dari jumlah tersebut, 9.040 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 691 orang meninggal dunia.

“Sampai dengan hari ini kami laporkan, 495 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.732 orang melakukan self isolation di rumah,” kata Ani berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (11/7/2020).

Sementara untuk orang dalam pemantauan (ODP), kata dia, berjumlah 299 orang.

Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 790 orang.

Dalam kesempatan itu, Ani mewakili Pemprov DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu dan berkolaborasi menangani pandemi Covid-19.

Hingga kini, ada 150 kolaborator lebih yang telah berpartisipasi.

Mereka berasal dari berbagai Lembaga Usaha, LSM/OMS, Badan PBB, Universitas, Kementerian dan setingkat Kementerian, dan perorangan.

Bagi masyarakat yang ingin berkolaborasi, dukungan berupa Alat Pelindung Diri, masker, sarung tangan, dan disinfektan, dapat langsung disampaikan ke Sekretariat Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Balai Kota, Blok G Lantai 2 atau melalui kanal jdcn.jakarta.go.id.

Pemprov DKI Jakarta juga membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi Covid-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB di bulan Ramadan ini.

Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkapnya dapat melalui situs corona.jakarta.go.id/ksbb.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 10 Juli 2020: Pasien Positif Tambah 1.611, 33.529 Orang Sembuh

Jumlah pasien Virus Corona (COVID-19) di Indonesia bertambah 1.611 orang, per Jumat (10/7/2020).

“Sehingga total ada 72.347 kasus positif,” ujar Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (COVID-19) Achmad Yurianto, Jumat (10/7/2020).

Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 878  orang, sehingga total pasien sembuh ada 33.529 orang.

Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 52 orang, sehingga total ada 3.469 pasien Covid-19 yang meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 9 Juli 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 15.484 (22.0%)

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 13.488 (19.5%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 6.488 (9.2%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 5.203 (7.2%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 4.843 (5.6%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 3.926 (5.6%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 2.475 (3.5%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 2.101 (3.2%)

BALI

Jumlah Kasus: 2.024 (2.9%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 2.085 (2.8%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 1.559 (2.4%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 1.444 (2.1%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 1.468 (1.9%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 1.096 (1.6%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 1.077 (1.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 845 (1.2%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 785 (1.2%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 623 (0.9%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 500 (0.8%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 357 (0.5%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 347 (0.5%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 321 (0.5%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 286 (0.4%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 272 (0.4%)

RIAU

Jumlah Kasus: 238 (0.4%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 214 (0.3%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 203 (0.3%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 193 (0.3%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 171 (0.3%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 155 (0.2%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 130 (0.2%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 122 (0.2%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 121 (0.2%)

ACEH

Jumlah Kasus: 90 (0.1%).

UPDATE 10 Juli 2020: RS Wisma Atlet Rawat 1.146 Pasien Positif Covid-19, di Pulau Galang 17 Orang

Sebanyak 1.146 pasien positif Covid-19 masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, hingga Jumat (10/7/2020) pukul 08.00 WIB.

Jumlah tersebut bertambah 126 pasien sejak kemarin pukul 08.00 WIB di angka 1.020 pasien.

Saat ini Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet merawat tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan tidak ada Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengungkapkan, total terdapat 1.149 pasien terkait Covid-19 yang dirawat inap di rumah sakit tersebut.

“Sebanyak 1.146 pasien positif Covid-19 dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.”

“Saat ini total sebanyak 1.149 pasien yang dirawat inap,” kata Aris, Jumat (10/7/2020).

Sejak beroperasi pada 23 Maret 2020, hingga hari ini sebanyak 6.013 pasien terkait Covid-19 telah terdaftar.

Ia juga mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 3.650 pasien yang diperbolehkan pulang atau dinyatakan sembuh.

“Total sebanyak 6.013 pasien telah terdaftar sejak RS ini beroperasi.”

“Sebanyak 3.650 pasien diperbolehkan pulang atau sembuh dan 151 pasien dirujuk ke rumah sakit lain,” tutur Aris.

Sementara, sebanyak 61 pasien terkait Covid-19 dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang Batam, sampai Jumat (10/7/2020) pukul 08.00 WIB.

Ada 17 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat.

Jumlah pasien positif Covid-19 tersebut bertambah satu orang sejak kemarin pukul 08.00 WIB.

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan,  ada delapan PDP serta 36 ODP yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Sebanyak 61 pasien terkait Covid-19 masih dirawat inap.”

“Pasien positif Covid-19 yang dirawat inap terdapat 17 orang.”

“Selain itu sebanyak delapan PDP dan 36 ODP masih dirawat,” papar Aris, Jumat (10/7/2020).

Hingga hari ini total 324 pasien terkait Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Pulau Galang telah sembuh, sejak rumah sakit tersebut menerima pasien pertamanya pada 12 April 2020.

sudah 387 pasien yang terdaftar di rumah sakit itu sejak pertama kali menerima pasien.

“Sebanyak 387 pasien telah terdaftar sejak awal rumah sakit menerima pasien.”

“Belum ada pasien yang meninggal,” ucap Aris.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 9 Juli 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 15.484 (22.0%)

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 13.488 (19.5%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 6.488 (9.2%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 5.203 (7.2%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 4.843 (5.6%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 3.926 (5.6%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 2.475 (3.5%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 2.101 (3.2%)

BALI

Jumlah Kasus: 2.024 (2.9%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 2.085 (2.8%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 1.559 (2.4%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 1.444 (2.1%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 1.468 (1.9%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 1.096 (1.6%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 1.077 (1.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 845 (1.2%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 785 (1.2%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 623 (0.9%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 500 (0.8%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 357 (0.5%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 347 (0.5%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 321 (0.5%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 286 (0.4%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 272 (0.4%)

RIAU

Jumlah Kasus: 238 (0.4%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 214 (0.3%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 203 (0.3%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 193 (0.3%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 171 (0.3%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 155 (0.2%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 130 (0.2%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 122 (0.2%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 121 (0.2%)

ACEH

Jumlah Kasus: 90 (0.1%).

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn