Pandangan Umum Retribusi Daerah

Salam solidaritas!

Retribusi memainkan peran penting, tidak hanya sebagai sumber pembiayaan daerah, tapi juga instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial di Jakarta. Hanya saja, peran dari retribusi tersebut masih belum berjalan optimal di Jakarta. Dalam hal pembiayaan daerah, peran retribusi masih relatif kecil dengan tren kontribusi yang terus menurun terhadap pendapatan asli daerah (PAD), dari sekitar 2.48 persen pada 2014, menjadi 2.4 persen pada 2018.
Padahal, kalau kita bandingkan dengan rata-rata kontribusi retribusi tingkat kota dan kabupaten yang mencapai 8.7 persen secara nasional, maka seharusnya penerimaan retribusi DKI Jakarta bisa 3 – 4 kali lebih besar dari nilai yang selama ini diperoleh yang hanya sekitar Rp 600 miliar/tahun. Dengan demikian, besaran retribusi yang hilang di Jakarta mencapai kisaran Rp 1.2 – 1.8 triliun/tahun. Ini menunjukkan betapa belum efektifnya pengaturan dan pengelolaan retribusi daerah di Jakarta.
Oleh karena itu PSI mendorong Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) untuk meminimalisasi kebocoran penerimaan retribusi dengan sistem cashless, memilah retribusi daerah berdasarkan pada pertimbangan aspek realisasi, biaya pemungutan dan substansi pelayanan publik serta memperhatikan dampaknya bagi masyarakat kecil dan menengah, komunitas-komunitas, serta para penggerak ekonomi Kota Jakarta. Untuk detail lengkap apa yang menjadi kritik dan sorotan PSI, silakan download PU Retribusi Daerah di link berikut: http:http://bit.ly/puretribusidaerah