Anggota DPRD DKI Formula E Tak Akan Tercapai Sampai 2023

Komisi E DPRD DKI Jakarta sepakat meminta Pemrov DKI Jakarta membatalkan ajang balap Formula E yang ditunda pada 2021 karena wabah Covid-19.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotman mengatakan, PT Jakarta Propertindo dan Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta harus segera membatalkan ajang balap mobil listrik itu.

Alasannya, kondisi perekonomian di ibu kota belum stabil hingga tahun depan. Dia juga tiodak yakin tujuan untuk mendatangkan banyak turis mancanegara melalui ajang balap internasional tersebut akan terwujud.

Pasalnya, wabah Covid-19 masih melekat ditengah masyarakat. “Apakah mungkin orang dari Korea datang ke Indonesia untuk menonton Formula E dalam kondisi saat ini (wabah Covid-19),” kata Merry di Jakarta, Rabu (17/6).

“Dampak (sosial-ekonomi) Covid-19 ini tidak hanya sampai tahun 2021, tapi tahun 2023 kita baru merangkak (perekonomian). Saya yakin Formula E tidak akan tercapai sampai tahun 2023,” imbuhnya.

Untuk itu, Merry meminta agar Formula E dievaluasi dan dibatalkan saja. Bila tetap diselenggarakan, sambung dia, justru alam merugikan keuangan APBD DKI Jakarta, terlebih uang itu berasal dari pajak masyarakat.

“Kami meminta untuk dievaluasi dan dibatalkan sampai tahun yang berjalan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Merry juga meminta kepada DKI untuk menarik duit komitmen atau commitment fee yang diserahkan kepada FEO sebesar 31 juta poundsterling. Duit untuk Formula E tersebut untuk perbaikan ekonomi warga Jakarta akibat dampak Covid-19.

“Sebaiknya acara dibatalkan dan uang dikembalikan untuk kepentingan rakyat,” tutur Merry.

Sementara itu Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad mengatakan, berbagai negara penyelenggara ajang balap Formula E tidak memakai anggaran negara atau daerah. Melainkan dana dari sponsor yang ada di negara tersebut.

Sedangkan DKI, kata dia, mengorbankan duit rakyat melalui APBD untuk penyelenggaraan Formula E.

“Bagaimana tanggung jawab kita kepada rakyat terhadap duit ini? Kami minta duit dikembalikan dan dialihkan untuk kegiatan yang bersentuhan dengan rakyat,” kata Idris.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Sekretariat DKI Jakarta mengatakan akan mengevaluasi pelaksanaan Formula E pada 2020 ini.

“Kami akan melakukan kajian-kajian dan masukan dari dewan untuk dievaluasi,” kata Zainal.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menggelontorkan dana komitmen (commitment fee) sebesar 31 juta poundsterling untuk ajang balap Formula E yang awalnya digelar pada 6 Juni 2020 lalu kepada FEO (Formula E Operations).

Namun, ajang balap mobil listrik itu ditunda karena wabah Covid-19 yang melanda di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn