Anies Didesak Perjuangkan Usulan PSI Soal Penarikan Duit Formula E Rp 560 M

Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti sepekat dengan usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait penarikan dana commitment fee Formula E sebanyak Rp560 miliar. Anggaran itu disebut dapat digunakan untuk penanganan wabah covid-19 di ibu kota.

Ray mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus berani membuka kontrak perjanjian dengan pihak penyelenggara Formula E.

“Saya rasa warga Jakarta perlu tahu. Toh uang yang digunakan asalnya juga dari pajak masyarakat. Jadi perlu dibuka,” kata Ray, Rabu 6 Mei 2020.

Ray mengatakan, Anies harus memperjuangkan penarikan dana itu seperti saat Anies ngotot meminta pencairan dana perimbangan.

“Anies perlu terbuka dan terlihat ngotot soal ini. Seperti ia terlihat ngotot meminta pemerintah pusat mencairkan dana bagi hasil DKI dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Prabowo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tarik kembali uang commitment fee untuk Formula E. Penarikan harus dilakukan secepatnya agar Pemprov DKI tidak merugi.

“Acara tahun 2020 belum tentu bisa dilaksanakan karena pandemi covid-19, sehingga setidaknya bisa tarik dulu uang pembayaran Rp360 miliar,” kata Anthony, Jakarta, Minggu, 3 Mei 2020.

Anthony mengatakan pandemi covid-19 telah ditetapkan sebagai bencana nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020. Menurut dia, penetapan status ini bisa menjadi alasan kuat untuk meminta pengembalian uang.

Formula E, terang dia, merupakan ajang balapan berskala internasional dengan nilai kontrak triliunan rupiah. Hal ini sudah sepatutnya ada klausul force majeure. Dengan begitu, kontrak dapat dibatalkan untuk pengembalian uang jika terjadi force majeure seperti pandemi covid-19.

“Saya belum melihat Pemprov DKI berusaha mengembalikan uang Formula E dengan menggunakan klausul force majeure ini,” ujar Anthony.

Dia meminta Pemprov DKI segera bertindak. Karena dalam standar internasional, pihak yang ingin membatalkan kontrak harus memberitahu dahulu secara tertulis kepada pihak lawannya.

“Jika Pemprov DKI lalai melakukan pemberitahuan tertulis, uang commitment fee bisa hangus dan sulit untuk dipertahankan dalam proses peradilan maupun arbitrase,” papar dia.

DKI Jakarta telah melakukan pembayaran commitment fee Formula E. Rinciannya, pembayaran Rp360 miliar dilakukan pada Desember 2019 untuk gelaran Formula E 2020 dan Rp200 miliar pada Februari 2020 untuk Formula E 2021.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn