Dicueki Banyak Fraksi, PSI Masih Berupaya Interpelasi Anies soal Banjir Jakarta

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta masih berupaya memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui hak interpelasi terkait persoalan banjir Jakarta. Padahal, empat fraksi pemilik kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta sudah memberi sinyal penolakan atas hak interpelasi yang diwacanakan PSI tersebut. Wakil Ketua Fraksi PSI Justin Adrian Untayana mengatakan, perkembangan bergulirnya hak interpelasi akan terlihat pada pekan depan. “Belum lah (terlihat hasil pendekatan ke fraksi lain), ini kan memang weekend. Mungkin minggu depan baru ada perkembangan,” kata Justin saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (26/2/2021). Justin mengaku bahwa PSI belum mendatangi semua fraksi di DPRD DKI Jakarta, sehingga masih ada kesempatan untuk membujuk fraksi lain.

Namun, dia enggan menyebutkan fraksi mana saja yang sudah diajak berkomunikasi oleh PSI terkait interpelasi Anies. “Baru sedikit (yang dilakukan pendekatan), less than 50 persen kami approach,” kata Justin. Sinyal penolakan terhadap interpelasi itu sudah terlihat dari Fraksi Gerindra, PKS, dan PDI-P. Gerindra dan PKS merupakan partai pengusung Anies sehingga sama sekali tidak tertarik untuk melakukan interpelasi. Sementara itu, PDI-P, seperti dikatakan ketua fraksinya, Gembong Warsono, lebih condong melakukan rapat kerja dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ketimbang memanggil Anies lewat interpelasi.

Dua partai lain yang masuk lima besar kursi terbanyak di DPRD DKI, Demokrat dan PAN, masih belum menentukan sikap. Namun, Wakil Ketua Fraksi Demokrat Achmad Nawawi secara pribadi menolak usulan dari PSI untuk memanggil Anies melalui hak interpelasi. Seperti diketahui, penggunaan hak interpelasi harus disetujui sekurang-kurangnya oleh 15 anggota Dewan dan terdiri dari lebih dari satu fraksi. Delapan anggota Fraksi PSI sudah menandatangani hak interpelasi dan membutuhkan tujuh anggota Dewan dari fraksi lainnya untuk memuluskan wacana interpelasi tersebut.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn