DKI Krisis TPU Covid-19, Anies Ditagih Lahan Seharga Rp185 Miliar

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menagih lahan yang dibeli Gubernur Anies Baswedan dengan anggaran mencapai Rp185 miliar.

Lahan itu diminta untuk digunakan sebagai lokasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 mengingat sejumlah pemakaman yang ada sekarang ini sudah penuh.

Polisi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Untayana mengatakan, anggaran Rp185 miliar untuk pengadaan lahan ini  dialokasikan Anies Baswedan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI tahun 2020 lalu.

“Pemprov DKI beralasan, pengadaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan lahan makam Covid-19. Di tengah krisis lahan makam untuk Covid-19, Kami meminta agar Anies segera membuka lahan yang telah dibeli,” kata Justin ketika dikonfirmasi Kamis (21/1/2021).

Justin mengklaim lahan tersebut telah dibayar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan demikian maka areal itu sudah menjadi milik Pemerintah Daerah dan tak ada salahnya digunakan sebagai lokasi pemakaman di tengah melonjaknya kasus Covid-19 belakangan ini.

 

“Pemprov DKI sudah membayar sekitar Rp185 miliar untuk pengadaan tanah RTH makam. Kalau tanah untuk makam tersebut sudah dibayar, maka seharusnya segera digunakan untuk masyarakat. Tapi, realitanya hingga saat ini malah terjadi krisis pemakaman Covid-19,” tegas Justin.

Justin mengatakan, sampai sekarang pihaknya bahkan tidak mengetahui lokasi lahan yang dibeli tersebut. Dia lantas menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terlalu tertutup mengenai pengadaan lahan tersebut. Bahkan pada rapat bareng DPRD saat pengajuan anggaran pengadaan lahan itu, lokasinya pun tetap tidak dibocorkan.

“Pemprov DKI tidak transparan mengenai lokasi lahan makam telah dibeli. Saat Pemprov DKI minta anggaran Rp 219 miliar di rapat-rapat DPRD, mereka tidak pernah terbuka mengenai lokasi lahan makam yang akan dibeli. Hingga saat ini pun kita tidak tahu di mana lahan tersebut. Ini kan dibeli pakai uang rakyat, tapi mengapa lokasi lahan seolah-olah dirahasiakan?” tutupnya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn