Jelang New Normal, DPRD Minta DKI Siapkan Petugas Jaga Jarak

Anggota komisi E DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad mengingatkan Pemprov DKI Jakarta sebelum menerapkan ‘New Normal’ harus memastikan bahwa tingkat penyebaran Covid-19 sudah bisa dikendalikan oleh sistem layanan kesehatan yang tersedia saat ini.

Hal ini disampaikan Idris menanggapi persiapan New Normal (masa kenormalan baru) di Ibu kota Jakarta.

“Setahu saya, saat ini tingkat penyebaran atau R (effective reproduction number) di Jakarta masih di atas satu dan pertumbuhan kasus positif hariannya juga masih cukup tinggi. Apalagi menjelang lebaran kemarin, contact rate masyarakat sangat tinggi, yang memungkinkan adanya potensi peningkatan penyebaran kasus lagi,” kata Idris Ahmad menjawab PONTAS.id melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Senin (1/6/2020) malam.

Dia juga menegaskan, Pemprov DKI harus memastikan bahwa kapasitas dan sistem layanan kesehatan di Jakarta mampu mengidentifikasi, mengisolasi, melakukan tes PCR, melacak kontak dan melakukan karantina secara memadai pada warga terduga Covid-19.

“Sehingga, apabila didapati ada warga yang nantinya terinfeksi, dapat dipastikan ia memperoleh penanganan medis yang layak,” Imbuhnya

Lebih lanjut menurutnya, Pemprov DKI harus menyiapkan sumber daya yang cukup untuk pengawasan social distancing ketika pengurangan PSBB dilakukan, yakni dengan menempatkan minimal 20 sampai 25 ‘petugas jaga jarak’ di tiap RW.

“Harus ada sistem peringatan dini (early warning system) penyebaran covid-19 di Jakarta secara detail soal tingkat reproduksi kasus positif Covid-19 sampai pada level RT/RW,” terang Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI ini.

Dengan begitu lanjutnya, apabila sewaktu-waktu tingkat penyebaran kasus meningkat kembali, “Maka pengetatan kegiatan sosial ekonomi bisa dilakukan dengan segera!” tegasnya

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn