Kisruh Anggaran Formula E, Jubir PSI Andy Budiman Desak Anies Baswedan Gunakan Dana Rp560 Miliar untuk Rakyat!

ZONAJAKARTA.com – Juru Bicara (Jubir) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman melayangkan permintaan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait kisruh dana Formula E yang jumlahnya mencapai Rp560 Miliar.

Adanya kisruh anggaran ini, Juru bicara (Jubir) PSI Andy Budiman mendesak agar Gubernur Anies Baswedan untuk mengembalikan dana yang digunakan sebagai Formula E.

Hal ini disampaikan Juru bicara (Jubir) PSI Andy Budiman melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @Andy_Budiman.

Dalam cuitan tersebut, Juru bicara (Jubir) PSI Andy Budiman menuturkan dana sebesar triliunan rupiah tersebut akan lebih baik digunakan untuk membantu rakyat yang mengalami kesusahan.

Apalagi, saat ini masyarakat khususnya DKI Jakarta masih banyak yang menderita selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.

Ungkapan yang disampaikan Juru bicara (Jubir) PSI Andy Budiman dalam cuitan tersebut mempertegas pernyataan yang telah dilontarkan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Anthony Winza.

“PSI minta Gubernur @aniesbaswedan kembalikan dana triliunan rupiah Formula E. Uang sebanyak itu lebih baik dipakai membantu rakyat yang sedang kesusahan. Sikap Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta disampaikan @p_winza,” kata Andy Budiman, sebagaimana dikutip ZONAJAKARTA.com dalam cuitan @Andy_Budiman_ pada Jumat, 6 Agustus 2021.

Diketahui sebelumnya, Anthony Winza mendesak adanya pengembalian fee Formula E.

“Masyarakat perlu tahu kemana uang tersebut digunakan. Telah berkali kali pula kami sebagai wakil rakyat berdiri disini menanyakan nasih uang tersebut. Namun tidak ada satupun penjelasan terkait hal ini,” kata Anthony Winza.

“Kita lihat di pasal 1359 KUH Perdata mengatur tentang Onverschuldigde Betaling atau pembayaran tidak berutang,” jelasnya.

“Seandainya Tim Pemprov mampu menegosiasikan bahwa kontrak tersebut Governing Law nya adalah Indonesia, maka kita bisa menggunakan pasal ini untuk menarik pengembalian commitment fee,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Ia mendesak agar uang yang berjumlah tidak sedikit itu dipergunakan untuk membantu rakyat, bukan yang lainnya.

“Rakyat butuh pekerjaan, rakyat butuh makan, rakyat sedang lapar. Uang triliunan untuk panggung-panggung Formula E, untuk panggung mercusuar stadion, memang terasa indah dan megah pernuh glorifikasi,” imbuhnya.

“Tunjukkan kepada kami keberpihakkan yang sesungguhnya bukan sekedar lip service. Tolong sekali lagi ditanggapi dan jangan lari,” tuturnya

Sebelumnya, kisruh mengenai anggaran biaya komitmen Formula E di Jakarta ini pernah diutarakan oleh Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI Gilbert Simanjuntak.

Menanggapi kisruh anggaran Formula E, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani meminta semua pihak agar tabayun dan melakukan klarifikasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Sembari kita tabayun, saya pikir lebih bijak kalau gubernur yang langsung klarifikasi saja. Jawab pertanyaan publik dengan data dan fakta. Jangan sampai rakyat hanya menerka-nerka, akhirnya timbul hoaks,” kata Zita.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Anies Baswedan tidak bisa hanya mengumumkan penundaan penyelenggaraan acara dan hanya memberikan informasi bahwa dana biaya komitmen (commitment fee) sebesar Rp560 miliar yang telah diberikan tidak lah hangus.

Seharusnya, menurut Zita, Anies Baswedan cs harus memberikan kepastian kepada masyarakat di tengah kondisi pandemi seperti saat ini karena banyak pihak yang mempertanyakan status dan jumlah anggaran yang telah dihabiskan.

“Sebab rakyat butuh kepastian angka dan statusnya bagaimana. Saya berharap Gubernur mau menjawab itu, sembari kita semua tabayun. Saya yakin Pak Anies pasti punya alasan kuat dan akan memberikan klarifikasi,” tuturnya.

Dia menyebut anggaran yang telah dikeluarkan untuk ajang Formula E seharusnya bisa dialokasikan untuk keperluan lainnya yang lebih penting seperti penanganan banjir, mempercepat pemulihan ekonomi maupun penanganan COVID-19 seperti vaksinasi.

Sebelumnya, Gilbert Simanjuntak menyebut dana yang telah dikeluarkan untuk ajang balap Formula E mencapai lebih dari Rp1,1 triliun dengan rincian biaya komitmen sebesar Rp560 miliar, perubahan lapangan Monas sebesar Rp143 miliar.

Kemudian, biaya studi kelayakan sebesar Rp5 miliar, sosialisasi sebesar Rp600 juta, dan layanan umum sebesar Rp10 miliar.

Ketiganya disebut merupakan bagian dari penyertaan modal daerah (PMD) tahun 2020 ke PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebesar Rp305 miliar.

Selain itu, Gilbert menyebutkan, masih ada biaya lain berupa bank garansi sebesar Rp430 miliar dan beberapa anggaran Formula E lain yang terdapat di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta biaya negosiasi awal ke New York.

“Beberapa anggaran Formula E juga terdapat di beberapa SKPD lain seperti Dispora, Dishub (rencana pembelian sepeda), dan Disparbud dengan jumlah yang berarti,” kata dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah menunda penyelenggaraan Formula E.

Manajer Komunikasi Jakpro Melisa Sjach mengatakan, penundaan pelaksanaan Formula E telah sesuai dengan arahan Anies karena memprioritaskan keselamatan pada masa pandemi COVID-19.

Melisa menekankan biaya komitmen sempat Anies serahkan ke pihak Formula E sebesar Rp560 miliar tidak akan hilang.

etelah kembali menunda, Jakpro bersama Pemprov DKI beserta Dinas Pemuda dan Olahraga bakal terus memantau situasi, bekerja sama dengan “Formula E Operation” (FEO) untuk melihat kemungkinan penjadwalan ulang demi terselenggaranya Formula E di Jakarta.

Dengan penundaan ini, maka Pemprov DKI Jakarta telah dua kali menunda ajang balap mobil ramah lingkungan tersebut, penundaan sebelumnya dilakukan pada 11 Maret 2020 ketika COVID-19 merebak di Indonesia.

Sumber : https://zonajakarta.pikiran-rakyat.com/regional/pr-182347699/kisruh-anggaran-formula-e-jubir-psi-andy-budiman-desak-anies-baswedan-gunakan-dana-rp560-miliar-untuk-rakyat

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn