Komisi E DPRD DKI Minta Biaya Komitmen Formula E Rp 560 Miliar Dikembalikan untuk Beli Sembako

Komisi E DPRD DKI Jakarta kompak meminta Gubernur Anies Baswedan dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengembalikan biaya komitmen penyelenggaraan Formula E tahun 2020 dan 2021.

Sebab, Pemprov DKI total sudah membayar Rp 560 miliar, yakni Rp 360 miliar pada Desember 2019 untuk commitment fee Formula E tahun 2020, dan Rp 200 miliar untuk tahun 2021.

Seiring pandemi Virus Corona di dunia termasuk Indonesia, Komisi E mengatakan secara realistis ajang balap mobil listrik itu tak mungkin digelar di tengah kondisi seperti ini.

Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia Anggara Wicitra mengatakan, permintaan itu sudah disampaikan ke Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

“Dana itu berasal dari rakyat, dan di tengah kondisi ini sangat lebih baik kalau itu bisa dibelanjakan untuk kebutuhan rakyat yang lebih penting,” kata Anggara kepada wartawan, Jumat (15/5/2020).

Ia juga menuntut Pemprov DKI secepatnya mengajukan klausul force majeure kepada Federasi Formula E.

Supaya, keseluruhan biaya komitmen yang telah dibayarkan bisa kembali lagi.

Menurut politikus PSI ini, alangkah lebih baik jika dana tersebut kembali dan kemudian diperuntukkan membeli kebutuhan mendedak, semisal sembako atau bantuan sosial pangan bagi masyarakat.

“Kita harus punya kontrol sebagai pemilik anggaran, karena uang itu adalah uang rakyat.”

“Harus dibelanjakan sesuai prioritas untuk membeli sembako,” ucapnya.

Sebelumnya, balapan Formula E di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada 6 Juni 2020 ditunda karena wabah virus corona.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan biaya komitmen (commitment fee) yang dikeluarkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebesar Rp 360 miliar, tidak akan hangus.

“Tidak ada yang hangus, kalau dari sisi biaya karena ini (wabah corona) memang force majeure (kejadian luar biasa),” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Dalam kesempatan itu, Anies Baswedan memastikan fokus utamanya kali ini adalah menangani wabah virus corona yang mulai merebak di Indonesia, khususnya Jakarta.

Karena itu, ketimbang Formula E yang diklaim mendongkrak perputaran uang Rp 1,2 triliun, dia lebih mengutamakan keselamatan warga Jakarta.

“Saya katakan, nomor satu keselamatan, nomor dua keselamatan, dan nomor tiga keselamatan.”

“Baru yang berikutnya yang lain (perekonomian),” ujar Anies Baswedan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari apbd.jakarta.go.id, Dispora DKI Jakarta pada 2019 telah mengucurkan dana Rp 360 miliar untuk biaya komitmen.

Dana itu dikeluarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019.

Di tahun 2020 ini, Dispora kembali menyiapkan duit Rp 360 miliar untuk biaya komitmen dan penyelenggaraan pra event sebesar Rp 3 miliar.

Namun, duit ini belum dikucurkan karena keburu ditunda oleh Pemprov DKI Jakarta.

Bila ditotal, duit yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk kegiatan Formula E pada 2020 ini mencapai Rp 723 miliar.

Berkaca dari Italia

Pemprov DKI Jakarta menunda pelaksanaan turnamen Formula E yang sedianya digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, 6 Juni 2020.

Turnamen yang melibatkan beberapa negara itu ditunda karena berkaca pada fenomena wabah virus corona di dunia, salah satunya Italia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, di Italia wabah corona pada 18 hari yang lalu sebetulnya sama seperti di Indonesia saat ini.

Namun sekarang, kasus corona di Italia telah menginfeksi 9.000 orang dalam waktu singkat.

“Kami tidak ingin Jakarta mengalami seperti itu.”

“Sehingga kami melakukan langkah-langkah pembatasan kegiatan keramaian warga yang punya potensi (penularan),” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Rabu (11/3/2020).

Anies Baswedan mengatakan, tidak hanya Italia, tapi negara-negara maju juga mengalami serupa, bahkan menyerang pejabat teras di negara setempat.

Misalnya, virus menyerang Menteri Kesehatan Inggris dan Panglima Militer Italia juga terkena virus tersebut.

“Bahkan Wakil Presiden di Iran juga terkena. Kami imbau warga tidak panik, tapi tidak juga menganggap enteng (sepele).”

“Kita semua harus punya keseriusan, tapi jangan panik karena memang tidak perlu dipanikkan.”

“Cukup dilakukan langkah-langkah yang tertib, terukur, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunda pelaksanaan turnamen Formula E di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.

Awalnya, turnamen yang melibatkan peserta dari berbagai negara di dunia ini akan digelar pada 6 Juni 2020.

Berdasarkan data yang diterima Wartakotalive, keputusan Anies Baswedan tertuang dalam surat bernomor 117/-1.857.73 yang diterbitkan pada Senin (9/3/2020) lalu.

Surat itu ditujukan kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix dengan sifat penting.

Hal yang disampaikan adalah penundaan penyelenggaraan Formula E.

Ada pun surat itu juga ditembuskan kepada 15 instansi.

Yakni, Menteri Sekretaris Negara; Menteri Dalam Negeri; Menteri Luar Negeri; Menteri Perhubungan; Menteri Kesehatan; dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Pemuda dan Olahraga; Menteri Keuangan; Kapolri; dan Panglima TNI.

Lantas, Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka; Kapolda Metro Jaya; Pangdam Jayakarta, dan Ketua DPRD DKI Jakarta.

Berikut ini isi surat tersebut:

Mencermati perkembangan COVID-19 di berbagai belahan dunia khususnya di Jakarta, maka penyelenggaraan Formula E yang semula dijadwalkan pada Bulan Juni 2020 agar ditunda pelaksanaannya.

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ditandatangani.

Sebelumnya, Panitia Penyelenggara (Organizing Committee/OC) Formula E terus berkoordinasi dengan para stakeholder, dalam memantau situasi terkait wabah virus corona di Tanah Air.

Koordinasi ini dilakukan mengingat wabah corona di berbagai negara terus mengalami peningkatan.

Bahkan, turnamen Formula E di Kota Sanya, Tiongkok pada 21 Maret dan Kota Roma, Italia pada 4 April, terpaksa ditunda karena wabah ini.

“Koordinasi dilakukan untuk memastikan kepentingan keselamatan bersama.”

“Karena itu merupakan prioritas,” ujar Director of Communication and Sustainability OC Formula E Jakarta Felicia Idama, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (7/3/2020).

Felicia mengatakan, lembaga FEO (Formula E Operations) sebagai pemegang lisensi Formula E di seluruh dunia, terus menyampaikan pandangan-pandangan global kepada OC di Jakarta.

Mengingat, beberapa negara lain menyelenggarakan kejuaraan yang sama.

“Di dalam negeri, kami memonitor dengan seksama semua kebijakan pemerintah.”

“Selain itu, komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemprov DKI kami tingkatkan hingga level tertinggi,” katanya.

Berdasarkan pantauan terakhir hingga Jumat (6/3/2020), COVID-19 di seluruh dunia menyentuh angka 98.370 kasus.

Setelah Cina, di urutan berikutnya Korea Selatan kemudian Italia.

Peningkatan ini signifikan dibanding pantauan tiga hari sebelumnya per Selasa (3/3/2020), yakni di angka 90.428 kasus, menurut data yang dirangkum Johns Hopkins CSSE.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat pekan lalu (29/2/2020) menyatakan risiko COVID-19 sangat tinggi di dunia.

Dalam sepekan berjalan, status ini masih pada posisi yang sama dan terus diwaspadai termasuk di Indonesia.

“Kami sangat memerhatikan kondisi ini, sehingga menjadi pertimbangan- pertimbangan penting terhadap Jakarta E-Prix,” ucap Felicia.

OC Formula E Jakarta mengapresiasi masukan-masukan dari berbagai pihak.

“Kami sangat menghargai dukungan demi keselamatan bersama.”

“Kami respect pada situasi global, berjuang menghadapi situasi berat.”

“Kita berada di dunia yang sama, kita hadapi bersama,” ujar Felicia.

OC juga berterima kasih kepada para pemangku kepentingan yang terhubung dengan gelaran Formula E yang direncanakan 6 Juni 2020.

“Kepedulian masyarakat luas dan stakeholders yang disampaikan kepada kami dalam bentuk masukan-masukan melalui berbagai medium komunikasi.”

“Menjadi pertimbangan kami yang terus dikomunikasikan dengan FEO untuk mengambil langkah terbaik,” tambah Felicia.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn