Kritik Revitalisasi JPO Sudirman, PSI: Condong ke Selfie daripada Fungsi

Anggota Faksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta Viani Limardi mengkritik revitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) Sudirman, Jakarta Pusat, yang tak dilengkapi atap. Dia meminta JPO dilengkapi atap.

“JPO tanpa atap ini sepertinya hanya mempertimbangkan estetika dan demi memfasilitasi warga yang ingin foto-foto selfie, bukan untuk memenuhi kebutuhan para pejalan kaki dan penumpang TransJakarta yang sehari-hari melintas di situ,” kata Viani dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Februari 2021.

Ia menuturkan JPO tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Halte TransJakarta Karet Sudirman. Faktor kenyamanan penting untuk mendorong warga Jakarta menggunakan transportasi umum.

“Sudah sewajarnya Pemprov DKI menyediakan atap di JPO untuk melindungi warga dari panas dan hujan,” tegas dia.

Anggota Komisi D itu juga menyoroti penerangan di area JPO. Viani menyebut tak ada instalasi lampu dalam rencana revitalisasi JPO Sudirman.

“Jika situasi JPO tidak terang, saya khawatir nanti akan rawan kriminalitas, terutama bagi perempuan,” kata dia.

Viani juga mengkritik anjungan pandang dan galeri yang akan dibangun. Dia menuturkan hal itu justru mengganggu fungsi utama untuk mendukung mobilitas warga.

Dia menyarankan Pemprov DKI menyediakan tempat khusus untuk berswafoto dan galeri. Hal itu agar tak mengganggu mobilitas pejalan kaki.

“Kembalikan JPO untuk mobilitas warga secara cepat dan efisien, bukan malah sengaja dirancang agar orang berlama-lama nongkrong atau berkerumun di atas JPO yang sempit,” tegas dia.

JPO Sudirman, Jakarta Pusat, akan direvitalisasi. Galeri akan dibangun di fasilitas tersebut sebagai apresiasi kepada tenaga kesehatan (nakes) yang gugur karena covid-19.

“JPO ini dibangun untuk mempromosikan mobilitas aktif,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho saat dikonfirmasi, Jumat, 29 Januari 2021.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn