Lagi PSI ke Anies: Pak Jangan Pangkas Uang

Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk tidak memangkas Tunjangan tenaga kesehatan yang tengah melawan virus corona atau Covid-19 di Ibu Kota.

Hal tersebut dikatakan terkait rencana Pemerintah Provinsi DKI yang bakal memotong sejumlah Tunjangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang anjlok gara-gara corona.

Bahkan, aturan tersebut akan diberlakukan pada akhir bulan ini. Termasuk, Tunjangan PNS yang akan dipotong seperti Tunjangan kinerja daerah (TKD) atau Tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

“Mereka sudah mengorbankan waktu dan tenaga, mengambil segala resiko dan berjuang melawan virus corona. Sudah selayaknya pemerintah menjamin kesejahteraan mereka. Jangankan pemotongan, insentif mereka juga harusnya  lancar dibayarkan,” katanya kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Sebelumnya, Anies melalui Peraturan Gubernur No.23 Tahun 2020 juga menetapkan insentif tambahan bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang medis lainnya yang terlibat dalam upaya penanggulangan wabah COVID-19 di Jakarta sebesar Rp215.000 per orang/hari terdiri dari 150.000 uang transportasi dan 65.000 uang makan.

Menurut Anggara, semua tunjungan yang telah diberikan kepada para tenaga medis tak boleh diutak atik lagi walau PAD DKI sedang turun drastis.

“Mereka melayani warga masyarakat dengan tulus, sebagai gantinya, kita yang menjaga kesejahteraan keluarga mereka dengan memberikan Tunjangan tanpa adanya pemotongan apapun,” tukasnya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn