Manuver PSI Ke Anies Dinilai Upaya Katrol Elektabilitas Partai

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai, keinginan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menginterpelasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena persoalan banjir, bisa dimaknai dalam dua hal.

Pertama, sebut Wasisto, PSI ingin menunjukan diri sebagai partai yang  punya idealisme kuat di mata publik. Ini bisa berefek positif dalam mengkatrol elektabilitas partai di pemilu-pemilu selanjutnya.

“Mau tunjukan bahwa sebagai partai baru, mereka, PSI, punya idealis kuat. Ini bisa berdampak positif di pemilu legsilatif selanjutnya,” ujarnya kepada RM.id, Kamis (25/2).

Kedua, lanjut Wasisto, PSI ingin menunjukan masih bertaji di DPRD DKI meski hanya memiliki 8 kursi dewan. Sehingga, kata dia, para pemilihnya di Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 tidak kecewa karena merasa aspirasinya masih bisa tersampaikan.

Menurut Wasisto, bukan kali ini saja PSI melempar wacana interpleasi. Di tahun 2020 misalnya, partai ini juga mengajukan interpelasi lantaran Anies dinilai melanggar aturan protokol kesehatan.

Hanya saja, Wasisto mengingatkan, untuk mengajukan hak interpelasi ada syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya, harus mendapatkan dukungan fraksi lain dan yang mengajukan hak minimal 15 orang.

Diketahui, PSI kembali berencana mengajukan hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Wacana hak interpelasi untuk meminta penjelasan Anies mengenai banjir yang melanda Jakarta pada akhir pekan lalu.

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Justin Untayana mengatakan, hak interpelasi ini sekaligus menyikapi sikap Anies yang mereka nilai tidak serius dalam menangani banjir.

Anggota Fraksi PSI Anthony Winza Probowo juga membantah jika hak interpelasi ini sebagai ajang gertak sambal kepada Anies. Anthony berujar, hak interpelasi ini sekadar meminta penjelasan Anies terkait penanganan banjir Jakarta yang mereka nilai belum maksimal.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn