Nasib Formula E Gelap, Dewan Minta Commitment Fee 31 Juta Poundsterling Ditarik untuk Penanganan Terdampak Covid019

Gara-gara pandemi Covid – 19 melanda Jakarta dan Indonesia, nasib balapan mobil listrik Formula E semakin gelap alias tidak jelas. Oleh karenanya DPRD DKI Jakarta melalui Komisi E , minta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menarik uang commitment fee 31 juta poundsterling atau Rp560 miliar yang sudah dibayarkan ke FEO ditarik kembali untuk biaya penanganan Covid-19.

 

“Ini kan agenda balapan sudah tak jelas. Tahun ini jelas batal, tahun depan 2021 juga tak jelas. Dari pada uang commitmen fee Rp560 miliar ngendap tak jelas lebih baik digunakan untuk hal yang penting seperti bangun rumah sakit ataupun sekolah dan penanganan terdampak Covid-19,”ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco usai mengelar rapat kerja.

 

Oleh karenanya kata Baco, Komisi E, mendesak PT Jakarta Propertindo dan Dinas Pemuda dan Olahraga DKI untuk membatalkan ajang balap mobil listrik itu. Dirinya meragukan turis asing datang ke Indonesia pada tahun 2021 karena wabah Covid-19 masih melekat di tengah masyarakat.

 

Sementara itu, tujuan penyelenggaraan balap ini untuk menarik minat wisatawan datang ke Ibu Kota. “Apakah mungkin orang dari Korea datang ke Indonesia untuk menonton Formula E dalam kondisi saat ini (wabah Covid-19),” ucapnyan menambahkan.

 

“Dampak sosial-ekonomi wabah Covid-19 ini tidak hanya sampai tahun 2021, tapi tahun 2023 kita baru merangkak perekonomian. Saya yakin Formula E tidak akan tercapai sampai tahun 2023,” tuturnya menambahkan.

 

Untuk itu, kata Baco, perhelatan Formula E layak untuk dievaluasi dan dibatalkan saja. “Kami meminta untuk dievaluasi dan dibatalkan sampai tahun yang berjalan,” ujarnya menjelaskan.

 

Senada dengan Baco, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad menambahkan, sepengetahuan dia diberbagai negara yang mengajukan ajang balap Formula E tidak memakai anggaran negara atau daerah sendiri. Melainkan dana dari sponsor yang ada di negara tersebut.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn