Pakar Epidemiologi UI, Lebih Baik CFD Ditiadakan Sampai Vaksin Covid Ditemukan

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono mengkritisi keputusan Pemprov DKI Jakarta, yang menyebar lokasi Car Free Day (CFD) ke 32 titik di lima wilayah administratif Kota Jakarta.

Yunis menilai, pelaksanaan CFD sangat berisiko memunculkan klaster baru penularan Covid-19. Karena itu, Yunis menegaskan, event tersebut tidak usah digelar, sampai vaksin ditemukan.

“Pemprov tak perlu menggelar CFD sampai vaksin Covid-19 ditemukan. Tak perlu diberi tempat khusus. Biarkan saja warga berolahraga di sekitar kediamannya masing-masing,” ujar Yunis.

Pendapat Yunis didukung Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad. Ia menolak keputusan Pemprov DKI Jakarta membuka 32 lokasi pengganti CFD.

“Kami menolak. Lebih baik ditiadakan. Sebab, CFD ini berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19 baru. Bisa menyebarkan klaster baru di 32 titik,” kata Idris.

“Lebih baik, petugas gabungan baik Satpol PP, Dishub, TNI dan Polri difokuskan untuk pengamanan di sentra kegiatan ekonomi prioritas seperti pasar dan pusat perbelanjaan. Ini lebih baik, ketimbang menambah petugas di 32 titik CFD untuk satu hari saja. Lebih baik, petugas memantau pasar yang kini sedang gawat penyebarannya,” lanjutnya.

Senada, Effendi yang merupakan warga Kebayoran Lama Jakarta Selatan meminta kegiatan CFD di berbagai wilayah ini dibatalkan. Effendi menilai, petugas akan kewalahan mengatur dan menerapkan protokol kesehatan kepada puluhan ribu warga yang datang di saat bersamaan. Selain itu, penyebaran virus Covid-19 juga masih sangat mengkhawatirkan.

“Lebih baik menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, sebelum corona benar-benar terkendali. Kemarin di Sudirman-Thamrin saja kesusahan. Pasti banyak yang kumpul-kumpul. Belum lagi ada orang tua, anak-anak ikutan. Orang jualan pakai sepeda, mirip sama yang olahraga,” tutur Effendi mewanti-wanti.

Effendi yang kerap ke kantor naik sepeda, mengaku tak masalah tak ada CFD. Sebab, dia masih bisa gowes di lingkungannya.

32 Lokasi Baru CFD

Pemprov DKI kembali menghentikan kegiatan CFD di kawasan Sudirman-Thamrin, yang baru digelar pada Minggu (21/6), setelah sempat dihentikan pada 12 Maret 2020 karena pandemi Covid-19. Sebanyak 32 titik di 5 wilayah administratif Kota Jakarta disiapkan menjadi lokasi pengganti. Berlaku mulai Minggu (28/6) pukul 06.00 – 09.00 WIB.

Inilah 32 lokasi baru CFD di Jakarta, sebagaimana dipublikasikan Pemprov DKI pada Kamis (25/6):

Jakarta Pusat: Jl. Suryopranoto, Jl. Percetakan Negara 2, Jl. Pejagalan Raya, Jalan Paseban Raya, Jalan Zamrud Raya, Jl. Amir Hamzah, Jl. Pramuka Sari I, Jl. Danau Tondano

Jakarta Timur: Jl. Pemuda, Jl. RA Fadilah, Jl. Inspeksi BKT, Jl. Radin Inten, Jalan Bina Marga

Jakarta Utara: Jl. Danau Sunter Selatan, Sisi Inspeksi Kali Sunter RSS, Jl. Kelapa Hibrida, Jl. Pulau Maju Bersama, Jl. Benyamin Sueb/Jl. Pademangan Timur, Jl. Arteri Pegangsaan Dua

Jakarta Barat: Jl. Gadjah Mada, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Puri Harum, Jl. Puri Ayu, Jl. Puri Elok, Jl. Puri Molek, Jl. Puri Ayu I, Jl. Puri Molek I

Jakarta Selatan: JLNT Antasari, Jl. Sultan Iskandar Muda, Jl. Tebet Barat Dalam Raya, Jl. Kesehatan Raya, Jl. Cipete Raya

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn