Pemprov DKI Diminta Alihkan Rp 200 M untuk Pembangunan LRT Rawamangun-Dukuh Atas

Di dalam pembahasan KUA PPAS 2021, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusulkan anggaran tambahan sebesar Rp 200 miliar untuk pengadaan lahan pembangunan light rail transit atau lintas rel terpadu (LRT). Proyek LRT di Dishub ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (KPDBU), berbeda dengan proyek LRT di PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai, seharusnya Pemprov DKI memprioritaskan Proyek LRT di PT Jakpro, bukan LRT KPDBU di Dishub. Pasalnya, hingga saat ini belum ada penetapan rute LRT KPBDU dari Kementerian Perhubungan dan semuanya masih tahap usulan dan kajian.

“Sementara rute LRT di PT Jakpro sudah ditetapkan di Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek. Sayangnya, pembangunan LRT di Jakpro selama 3 tahun ini mandek. Karena itu, sebaiknya Pemprov DKI mengalihkan anggaran Rp 200 miliar kepada PT Jakpro untuk membangun LRT,” kata anggota Fraksi PSI DKI Jakarta Eneng Malianasari di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Sebelumnya, pada 9 November 2020, PSI menggulirkan kabar bahwa Pemprov DKI berencana menghapus rute LRT Velodrome Rawamangun-Dukuh Atas. Rute ini termasuk di dalam Program Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 56 Tahun 2018 yang dikerjakan oleh PT Jakpro. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah kabar tersebut dan menerangkan bahwa penentuan rute proyek LRT Jakarta masih dalam tahap kajian.

“Jika benar bahwa Pemprov DKI tidak berniat untuk menghapus LRT Velodrome Rawamangun-Dukuh Atas, maka buktikan dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan LRT di rute tersebut. Pemprov DKI tidak bisa pakai alasan tidak ada anggaran, buktinya mereka bisa mengusulkan anggaran ratusan miliar untuk LRT KPBDU di Dishub. Kami mohon Pemprov DKI jangan menelantarkan proyek LRT yang sudah ditetapkan oleh Presiden,” pungkas Eneng.

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn