Pemprov DKI Diminta Tarik Kembali Commitment Fee Formula E

KOMISI E DPRD DKI Jakarta sepakat meminta Gubernur Anies Baswedan dan Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk melakukan proses pengembalian biaya penyelenggaran atau commitment fee Formula E 2020 dan 2021 yang telah dibayarkan sebesar Rp560 Miliar. Kesepakatan tersebut diambil pada rapat Komisi E DPRD dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Rabu (13/5).

“Dana itu berasal dari rakyat dan di tengah kondisi ini sangat lebih baik kalau itu kembali dan bisa dibelanjakan untuk kebutuhan rakyat yang lebih penting,” ungkap Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (14/5).

Menurutnya, penyelenggaraan Formula E secara realistis sulit diwujudkan di tengah pandemi Covid-19. Anggara mengatakan, dalam paparan Dispora DKI Jakarta, diketahui dalam kurun waktu lima tahun mendatang, secara bertahap Pemprov DKI Jakarta harus menggelontorkan dana commitment fee Formula E dengan total Rp1.2 triliun.

Dari total tersebut, yang sudah dikeluarkan sebesar Rp560 miliar yakni Rp360 miliar pada Desember 2019 untuk commitment fee Formula E 2020 dan Rp200 miliar untuk commitment fee Formula E 2021.

“Pemprov DKI segera mengajukan klausul Force Majeure kepada Federasi Formula E agar keseluruhan commitment fee bisa dikembalikan kepada rakyat,” terang Anggara.

Adanya pandemi Covid-19 saat ini, Anggara mengatakan, dapat dipastikan bahwa penyelenggaraan Formula E belum dapat dilaksanakan sehingga dana harus bisa dialihkan untuk kebutuhan rakyat yang lebih mendesak

“Kita harus punya kontrol sebagai pemilik anggaran karena uang itu adalah uang rakyat. Harus dibelanjakan sesuai prioritas untuk sembako misalnya,” jelas Anggara.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn