Pemprov DKI Jakarta Diminta Jamin Kebutuhan Harian Pedagang Pasar Positif Covid-19

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Eneng Maliyanasari meminta Pemprov DKI menjamin kebutuhan pedagang pasar yang positif Covid-19. Sebab pedagang yang positif kehilangan penghasilan selama karantina 14 hari. “Sudah mulai ada penolakan untuk rapid test karena pedagang pasar takut kehilangan penghasilan. Seharusnya pedagang diberi kompensasi minimal bansos makanan ataupun uang tunai sehingga mereka bisa tenang karantina di rumah dan tidak curi-curi berjualan di tempat lain,” ujar Eneng kepada wartawan, Senin (15/6/2020). Selain itu, Eneng juga meminta PD Pasar Jaya memberikan keringanan atau menghapus biaya pengelolaan pasar (BPP), tarif kompensasi lahan, dan biaya listrik kepada para pedagang.  “Jangan sampai pedagang justru terbebani di masa transisi ini, mereka harus melawan virus di dalam tubuh mereka, pada saat bersamaan ada tagihan yang tetap harus mereka bayar. Ini jadi beban ganda karena penghasilan mereka nol,” katanya.  Sebelumnya, PD Pasar Jaya mengumumkan sebanyak 1.418 pedagang di 19 pasar tradisional Jakarta telah menjalani pemeriksaan Covid-19. Dari pemeriksaan itu ditemukan 52 pedagang yang dinyatakan positif Covid-19. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, kasus positif yang telah ditemukan itu berasal dari lima pasar, yakni Pasar Cijantung (1 orang), Perumnas Klender (20 orang), Serdang (14 orang), Rawa Kerbau (14 orang), dan Pasar Induk Kramat Jati (3 orang). Sedangkan di Pasar Lontar ditemukan 9 pedagang reaktif dari hasil rapid test. “Sebanyak 10 pasar masih menunggu hasil (pemeriksaan), dan 3 pasar dinyatakan negatif dari pengecekan,” ujar Arif dalam telekonferensi pers, Kamis (11/6/2020). Selanjutnya, pedagang yang telah dinyatakan positif namun tidak menunjukkan gejala maka akan diminta untuk isolasi mandiri. Sedangkan untuk kasus positif dengan gejala Covid-19 akan dirawat di rumah sakit rujukan. “Untuk pedagang yang kemudian positif covid, kalau tanpa gejala kita minta lakukan isolasi mandiri, atau jika dengan gejala mau gak mau memang harus dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn