Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menilai, Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki langkah konkret penanganan Covid-19. Anggara menyinggung pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memperkuat Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW. Namun, menurut dia, pernyataan tersebut tidak disertai seperti apa langkah konkret di lapangan. “Belum terdapat penjelasan mengenai langkah-langkah konkret maupun kebijakan-kebijakan baru yang akan ditempuh untuk memperkuat Satgas,” kata Anggara melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Kamis (28/1/2021).

Kondisi tersebut, kata dia, diperparah munculnya klaster keluarga. Itulah sebabnya, lanjut politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, Pemprov DKI Jakarta dinilai lamban dalam penanganan kasus klaster keluarga. “Fraksi PSI mengkritik Pemprov DKI Jakarta atas lambatnya penanganan klaster keluarga, terutama di tingkat RT/RW,” ujar Anggara. Dia menjelaskan, dari data Dinas Kesehatan DKI Jakarta 20 Januari 2021, terdapat 566 klaster keluarga dan menyumbang 44 persen penularan Covid-19 di Jakarta. “Dan berdasarkan tren kenaikan kasus yang terjadi selama sepekan terakhir, jumlah ini diperkirakan akan terus naik,” tutur dia.

Itulah sebabnya penanganan Covid-19 dinilai masih bermasalah, terutama di tingkat RT-RW di DKI Jakarta. Data terbaru 27 Januari 2021, angka kumulatif kasus Covid-19 DKI Jakarta mencapai 256.416 kasus. Dari jumlah tersebut, terdapat 229.981 pasien dinyatakan sembuh, 22.301 pasien masih dalam perawatan, dan 4.134 pasien meninggal. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya mengklaim bahwa penanganan Covid-19 di DKI Jakarta tergolong cukup baik. Riza menyebutkan, angka kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta terus menurun hingga kini berada di angka 1,6 persen.

“Sesungguhnya di Jakarta ini penanganannya cukup baik ya, dibuktikan dengan angka kematian terus menurun sampai sekarang mencapai 1,6 persen,” kata Riza dalam keterangannya, Rabu (27/1/2021). Namun, Riza tidak menjelaskan penurunan angka kematian akibat Covid-19 tersebut. Berdasarkan data di situs web http://corona.jakarta.go.id/ per 26 Januari 2021, ada 1,6 persen pasien Covid-19 meninggal dunia atau sebanyak 4.108 orang. Selain itu, Riza juga mengatakan bahwa persentase pasien yang sembuh dari Covid-19 meningkat. “Angka kesembuhannya juga meningkat di angka 89,2 persen,” ujarnya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn