PSI Anggap Pemprov DKI Belum Serius Benahi PRotokol Covid 19 di Pasar Tradisional

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dianggap belum serius membenahi protokol kesehatan di pasar tradisional yang merupakan titik episentrum penyebaran Covid-19.

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membenahi pasar tradisional agar penyebaran virus dapat dikendalikan.

“Kita butuh terobosan dan ketegasan untuk memutus rantai penyebaran virus. Sekarang ini virus dari pasar tradisional sudah merambah ke pemukiman sekitar,” kata anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (11/7/2020).

“Kalau tidak dibenahi lonjakan kasus akan terus terjadi,” tambah William yang juga menjadi anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini.

William mengaku, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Cengkareng, Jakarta Barat yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya pada Jumat (10/7/2020) lalu.

Dari hasil sidak tersebut ditemukan belum ada ketentuan pasti terkait pembatasan pengunjung pasar hingga 50 persen.

Padahal sejak aturan ganjil genap pedagang dihapus, kapasitas pengunjung pasar ini akan diawasi dan diperketat.

Pengerahan 5000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memantau juga masih belum menjamin pelaksanaan protokol kesehatan akibat buruknya sistem ventilasi dan minimnya jarak antar lapak pedagang sehingga resiko penularan tinggi.

Dalam sidaknya, William juga mendapati pos pemantauan pengunjung dilakukan di samping parkiran motor, bukan di pintu masuk pasar.

Hal ini menyebabkan pengunjung yang berjalan kaki dapat mudah lolos dari hitungan.

Dia juga meragukan pengelola pasar memiliki hitungan pasti berapa jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk ke dalam pasar.

“Diperkirakan 500 pengunjung boleh masuk pasar, tapi itu hanya tebakan pengelola pasar saja. Tapi bagaimana mau dibatasi kalau tidak ada yang menghitung,” ungkapnya.

Saat mengunjungi pasar, hanya didapat sekitar 10 ASN yang bertugas berkeliling, jauh dari klaim akan ada 50 ASN diturunkan ke lapangan.

Kata dia, ASN memang sudah bertugas, tapi fungsinya belum optimal.

“Banyak pedagang hanya memakai masker, tidak pasti apa cukup pakai masker atau wajib pakai face shield dan sarung tangan seperti anjuran Kemenkes,” ujarnya.

Meski demikian William memuji langkah Pemprov DKI yang membekali setiap ASN yang bertugas dengan tes swab dan perlengkapan masker serta face shield.

Selanjutnya tes swab ini harus terus digalakkan bukan hanya untuk petugas ASN tapi juga pedagang dan pekerja pasar, termasuk kuli dan petugas parkir.

“Kita harus bersama-sama memutus rantai penyebaran virus di pasar tradisional. Pembeli harus didorong untuk tidak setiap hari berbelanja ke pasar. Penjual juga harus diajarkan untuk mulai berjualan online agar interaksi tatap muka berkurang,” katanya.

Dalam seminggu terakhir terjadi lonjakan penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta, dari sebelumnya 100-an kasus perhari menjadi 200-300 kasus perhari.

“Kemarin Jakarta mencatat rekor penambahan 357 kasus perhari, kalau tidak ada langkah nyata pemutusan penyebaran di pasar tradisional, saya khawatir peningkatan akan terus terjadi,” jelasnya.

Update corona Jakarta Sabtu 11 Juli

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 di ibu kota mencapai 359 orang pada Sabtu (11/7/2020).

Bagi orang yang terbukti positif Covid-19, mereka menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Pihak Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, secara kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 13.957 orang.

Dari jumlah tersebut, 9.040 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 691 orang meninggal dunia.

“Sampai dengan hari ini kami laporkan, 495 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.732 orang melakukan self isolation di rumah,” kata Ani berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (11/7/2020).

Sementara untuk orang dalam pemantauan (ODP), kata dia, berjumlah 299 orang.

Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 790 orang.

Dalam kesempatan itu, Ani mewakili Pemprov DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu dan berkolaborasi menangani pandemi Covid-19.

Hingga kini, ada 150 kolaborator lebih yang telah berpartisipasi.

Mereka berasal dari berbagai Lembaga Usaha, LSM/OMS, Badan PBB, Universitas, Kementerian dan setingkat Kementerian, dan perorangan.

Bagi masyarakat yang ingin berkolaborasi, dukungan berupa Alat Pelindung Diri, masker, sarung tangan, dan disinfektan, dapat langsung disampaikan ke Sekretariat Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Balai Kota, Blok G Lantai 2 atau melalui kanal jdcn.jakarta.go.id.

Pemprov DKI Jakarta juga membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi Covid-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB di bulan Ramadan ini.

Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkapnya dapat melalui situs corona.jakarta.go.id/ksbb.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn