PSI Desak Anies Tinjau Ulang Pembatasan Transportasi Umum

FRAKSI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengkritisi keputusan Gubernur Anies Baswedan yang mengurangi jumlah armada Trans-Jakarta dan gerbong MRT yang beroperasi selama dua minggu ke depan. Anggota Fraksi PSI Eneng Malianasari menilai langkah itu menyebabkan penumpukan penumpang yang justru meningkatkan risiko penyebaran virus korona secara masif. “Pemprov DKI tidak memperhitungkan mereka yang tidak bisa otomatis beralih bekerja di rumah. Pembatasan armada justru mengorbankan pekerja harian yang bergantung pada transportasi umum,” ujar anggota legislatif yang sering disapa Milli itu dalam keterangan resminya, Senin (16/3).

Menurut Mili, langkah memerangi infeksi virus korona seharusnya dilakukan dengan memperbanyak armada Trans-Jakarta dan gerbong MRT yang beroperasi sehingga penumpang bisa tersebar dan langsung terangkut. “Masa tunggu penumpang harusnya dipersingkat. Penumpukan massa di ruang tertutup yang sempit seperti halte justru menjadi sarang infeksi,” kata Mili Selain itu, Milli juga meminta Pemprov DKI memastikan adanya pembersihan armada bus dan gerbong MRT secara berkala dengan disinfektan di halte-halte terakhir dari setiap rute. Serta memastikan semua pegawai yang bertugas terlindungi dengan penyediaan masker dan sarung tangan yang memadai untuk mereka. “Dengan adanya penumpukan, petugas juga kesulitan melakukan pembersihan armada bus dan gerbong. Petugas dan pegawai juga menerima risiko tinggi terpapar infeksi,” imbuh Mili. Ia berharap Pemprov DKI segera meninjau ulang pembatasan tersebut dan segera menambah armada MRT dan Trans-Jakarta sehingga penumpukan tidak berulang pada sore jelang pulang kerja nanti. Menurutnya, Fraksi PSI mendukung kebijakan bekerja dari rumah dan upaya mengurangi interaksi fisik di publik yg dapat meningkatkan penyebaran korona. Akan tetapi, pemerintah perlu memberi waktu bagi pihak swasta dan publik menyesuaikan dan mengadopsi kebijakan tersebut.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn