PSI Dorong Bansos dalam Bentuk BLT

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan, partainya mendorong agar pemberian bantuan sosial (bansos) dilakukan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.

PSI, kata Anggara, minta Pemprov DKI agar pemberian bansos dalam bentuk barang seperti sembako segera diubah.

“Bansos dalam bentuk BLT akan mempercepat proses pemberian bantuan, mencegah kebocoran, dan menghindari penyebaran virus karena bisa dibagikan secara cashless tanpa tatap muka,” ujar Anggara, saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Pemberian BLT, kata Anggara, juga dapat memutar roda perekonomian di masyarakat. Pasalnya, dengan BLT, masyarakat bisa membelanjakan uangnya di toko-toko sekitar mereka tinggal.

“Ini bisa menggairahkan ekonomi karena karena penerima BLT akan berbelanja di toko-toko dan UMKM sekitar tempat mereka tinggal,” katanya.

Jika tetap membagikan bansos dalam bentuk barang, kata Anggara, maka harus dipastikan bisa dipenuhi dengan cepat. Dia berharap Pemprov DKI tidak mengulangi kesalahan dalam membagikan bansos dalam bentuk paket sembako.

“Jangan mengulangi kesalahan di mana warga harus menunggu berhari-hari karena Pemprov DKI kesulitan mendapatkan suplai barang. Akan lebih baik jika Pemprov DKI bisa lebih aktif mengambil suplai barang dari koperasi dan UMKM,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Anggara meminta Pemprov DKI Jakarta untuk terus memperbarui data penerima bansos akibat besarnya dampak pandemi yang menyebabkan pergeseran status ekonomi warga Jakarta.

“Yang tadinya tidak masuk daftar penerima bansos, tapi karena PHK, sekarang jadi membutuhkan bansos. Ini harus menjadi perhatian dari Pemprov DKI. Apalagi mengingat ketika masa PSBB yang lalu, masih ada yang tidak berhak menerima bansos, tapi mendapatkan bansos,” katanya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn