PSI Minta Anies Relaksasi PSBB di Jakarta, Alasan Kerugian Ekonomi Bisa Capai RP 153 T

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merelaksasi atau melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebab, mekanisme PSBB di Jakarta yang selama ini dijalankan oleh Anies dianggap tidak mengurangi penyebaran Covid-19 dan malah menghambat pertumbuhan ekonomi di ibu kota.

“Selain tidak dapat mengurangi pertumbuhan dan penyebaran kasus Covid-19, model PSBB yang sekarang juga berpotensi mengakibatkan tren perlambatan ekonomi makin berkepanjangan,” ucap politisi PSI Eneng Malianasari, Rabu (20/5/2020).

Anggota Komisi B DPRD DKI ini berpendapat, relaksasi PSBB di sektor ekonomi bisa dilakukan dengan memberikan kelonggaran bagi kelompok usia produktif untuk bisa kembali bekerja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Kemudian, pelonggaran kegiatan ekonomi juga bisa dilakukan dengan membuka kembali pusat perbelanjaan dengan tetap mengawasi pelaksanaan protokol kesehatannya secara ketat.

“Restoran atau rumah makan juga bisa dilonggarkan dengan tetap memperbolehkan pelanggan makan di tempat dengan tetap memperhatikan physical distancing,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Bila hal ini tidak segera diterapkan, Mili, sapaan akrab Eneng khawatir, eskalasi dampak negatif ekonomi makin meluas di Jakarta.

Pemerintah pun nantinya bakal kesulitan melakukan pengawasan lantaran banyak perusahaan atau tempat kerja yang beroperasi secara diam-diam.

Sebab, sekira 70 persen kegiatan perekonomian di Jakarta terhenti akibat pelaksanaan PSBB.

“Hitungan kami di Fraksi PSI, akibat penerapan PSBB ini, kerugian ekonomi yang ditanggung bisa mencapai Rp 153 triliun,” kata Mili.

Agar kerugian bisa diminimalisir, ia pun meminta Anies untuk melakukan penyesuaian dan melonggarkan PSBB demi kepentingan sektor ekonomi.

“Perlu ada penyesuaian model PSBB yang disesuaikan dengan kondisi sumber daya Pemprov,” tuturnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang masa PSBB hingga 4 Juni mendatang.

“Jakarta akan menambah PSBB selama 14 hari, mulai 22 Mei sampai 4 Juni,” ucap Anies, Selasa (19/5/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, perpanjangan kali ini bisa menjadi PSBB tahap terakhir bila masyarakat disiplin dalam menerapkan aturan.

“Ini akan menjadi PSBB penghabisan jika kita disiplin, karena itu saya ingin sampaikan, jangan sampai kita perpanjang lagi,” ujarnya.

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn