PSI Minta Anies Setop CFD Karena Tidak Ada Urgensinya

FRAKSI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk menghentikan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di Ibu kota. Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI Justin Adrian menilai tidak ada urgensi dalam pembukaan CFD. Justru, katanya, kerumunan warga tak terhindarkan. “Apa urgensi pembukaan kembali CFD? Pemprov DKI harusnya mendorong masyarakat berolahraga di sekitaran rumah, dengan jaga jarak. Bukan justru berbondong-bondong membuat kerumunan massa dan memicu infeksi virus,” kata Justin dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (22/6). Menurut Justin, dengan akses keluar masuk sepanjang Jalan Sudirman – Thamrin, pembatasan pengunjung sulit diterapkan sehingga otomatis protokol kesehatan jaga jarak tidak berlaku. Penempatan 500 petugas Satpol PP, dianggap tidak efektif karena pengunjung hanya mendapat mendapat teguran atau hukuman sosial ringan dan warga yang melanggar sulit dikeluarkan dari area kawasan CFD Jakarta. “Yang ada warga kucing-kucingan dengan petugas, keluar di satu area, lalu masuk lagi lewat akses jalan yang lain,” tukas Anggota Komisi D DPRD DKI itu Justin mengatakan, meski memasuki fase transisi, situasi di Jakarta masih belum sepenuhnya normal. Pemprov DKI Jakarta diminta tidak gegabah membuat kebijakan karena angka kasus positif Covid-19 di Jakarta masih tinggi yakni mencapai 9.830 orang dengan rata-rata penambahan 100 pasien positif setiap harinya. “Kemarin pengunjung CFD sudah membludak, minggu depan akan semakin banyak orang datang berbondong-bondong dan kerumunan massa akan semakin tidak bisa dikendalikan,” pungkas Justin.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn