PSI Minta Anies Tarik Commitment Fee Formula E

Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Prabowo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tarik kembali uang commitment fee untuk Formula E. Penarikan harus dilakukan secepatnya agar Pemprov DKI tidak merugi.

“Acara tahun 2020 belum tentu bisa dilaksanakan karena pandemi covid-19, sehingga setidaknya bisa tarik dulu uang pembayaran Rp360 miliar,” kata Anthony, Jakarta, Minggu, 3 Mei 2020.

Anthony mengatakan pandemi covid-19 telah ditetapkan sebagai bencana nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020. Menurut dia, penetapan status ini bisa menjadi alasan kuat untuk meminta pengembalian uang.

Formula E, terang dia, merupakan ajang balapan berskala internasional dengan nilai kontrak triliunan rupiah. Hal ini sudah sepatutnya ada klausul force majeure. Dengan begitu, kontrak dapat dibatalkan untuk pengembalian uang jika terjadi force majeure seperti pandemi covid-19.

“Saya belum melihat Pemprov DKI berusaha mengembalikan uang Formula E dengan menggunakan klausul force majeure ini,” ujar Anthony.

Dia meminta Pemprov DKI segera bertindak. Karena dalam standar internasional, pihak yang ingin membatalkan kontrak harus memberitahu dahulu secara tertulis kepada pihak lawannya.

“Jika Pemprov DKI lalai melakukan pemberitahuan tertulis, uang commitment fee bisa hangus dan sulit untuk dipertahankan dalam proses peradilan maupun arbitrase,” papar dia.

DKI Jakarta telah melakukan pembayaran commitment fee Formula E. Rinciannya, pembayaran Rp360 miliar dilakukan pada Desember 2019 untuk gelaran Formula E 2020 dan Rp200 miliar pada Februari 2020 untuk Formula E 2021.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn