PSI Minta Pemprov DKI Beri Bantuan 52 Pedagang yang Terpapar Covid 19

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov untuk menyiapkan bantuan bagi para pedagang yang positif COVID-19 agar bisa bertahan 14 hari selama masa karantina.

Menurut anggota DPRD DKI Fraksi PSI Eneng Malianasari, hal itu penting agar para pedagang yang terpapar corona tak nekat untuk kembali berjualan mencai uang untuk kebutuhan sehari-hari.

“Seharusnya pedagang diberi kompensasi minimal bansos makanan atau pun uang tunai sehingga mereka bisa tenang karantina di rumah dan tidak curi-curi berjualan di tempat lain,” kata Eneng di Jakarta, Senin (15/6).

Menurut Enang, apabila jumlah pedagang positif setelah dilakukan rapid test tinggi dan mengakibatkan pasar harus tutup sementara, harus ada kompensasi selama periode tersebut sehingga tidak terjadi pasar tumpah.

Eneng juga menyatakan PD Pasar Jaya harus memberikan keringanan bahkan menghapus biaya pengelolaan pasar (BPP), tarif kompensasi lahan, dan biaya listrik bagi pedagang jika pasar ditutup akibat pandemi COVID-19.

“Jangan sampai pedagang justru terbebani di masa transisi ini. Mereka harus melawan virus di dalam tubuh mereka, pada saat bersamaan ada tagihan yang tetap harus mereka bayar. Ini jadi beban ganda karena penghasilan mereka nol,” jelasnya.

Eneng meminta PD Pasar Jaya untuk kembali mendorong Layanan Belanja Online di pasar tradisional melalui situs belanja http://belanja.pasarjaya.co.id/. Layanan ini sempat diperkenalkan namun tidak lanjut dikembangkan, padahal layanan jarak jauh ini bisa solusi terbaik pada masa wabah corona ini.

“Pedagang harus terus didorong untuk bisa beradaptasi dengan layanan belanja jarak jauh baik secara online maupun melalui layanan pesan antar. Ini bisa mendorong pembelian sekaligus mengurangi resiko penularan dari interaksi tatap muka 10-20 persen,” tutup Eneng.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn