PSI: Pemprov DKI Belum Maksimal Cegah Covid19 di Pasar Tradisional

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum serius membenahi protokol kesehatan di pasar tradisional sebagai salah satu titik episentrum penyebaran Covid-19.

PSI mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan segera membenahi pasar tradisional agar penyebaran virus dapat dikendalikan.

“Kita butuh terobosan dan ketegasan untuk memutus rantai penyebaran virus. Sekarang ini virus dari pasar tradisional sudah merambah ke permukiman. Kalau tidak dibenahi lonjakan kasus akan terus terjadi,” ujar anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana usai inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jaya Cengkareng, Jumat (10/7).

Berdasarkan hasil sidaknya, William menemukan tidak adanya ketentuan pasti  pembatasan pengunjung pasar hingga 50 persen. Padahal, sejak aturan ganjil genap pedagang dihapus, kapasitas pengunjung pasar ini akan diawasi dan diperketat.

Pengerahan 5000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memantau, kata William, masih belum menjamin pelaksanaan protokol kesehatan akibat buruknya sistem ventilasi dan minimnya jarak antar lapak pedagang sehingga resiko penularan tinggi.

William juga mendapati pos pemantauan pengunjung dilakukan di samping parkiran motor dan bukan di pintu masuk pasar. Akibatnya, pejalan kaki mudah lolos dari hitungan. Bahkan pengelola pasar juga tidak memiliki hitungan pasti berapa jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk ke dalam pasar.

“Diperkirakan 500 pengunjung boleh masuk pasar, tapi itu hanya tebakan pengelola pasar saja. Tapi bagaimana mau dibatasi kalau tidak ada yang menghitung,” jelasnya.

Saat mengunjungi Pasar, William memantau hanya didapat sekitar 10 ASN yang bertugas berkeliling, jauh dari klaim akan ada 50 ASN diturunkan ke lapangan.

“ASN memang sudah bertugas, tapi fungsinya belum optimal. Banyak pedagang hanya memakai masker, tidak pasti apa cukup pakai masker atau wajib pakai face shield dan sarung tangan seperti anjuran Kemenkes,” terangnya.

Di sisi lain, William memuji langkah Pemprov DKI membekali ASN yang bertugas dengan tes swab dan perlengkapan masker serta face shield. Dia pun meminta agar tes swab terus digalakkan bukan hanya untuk petugas ASN, namun juga pedagang dan pekerja pasar, termasuk kuli dan petugas parkir.

“Kita harus bersama-sama memutus rantai penyebaran virus di pasar tradisional. Pembeli harus didorong untuk tidak setiap hari berbelanja ke pasar. Penjual juga harus diajarkan untuk mulai berjualan online agar interaksi tatap muka berkurang,” kata dia.

Dalam seminggu terakhir, terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Sebelumnya hanya 100-an kasus perhari menjadi 200-300 kasus perhari.

“Kemarin Jakarta mencatat rekor penambahan 357 kasus perhari, kalau tidak ada langkah nyata pemutusan penyebaran di pasar tradisional, saya khawatir peningkatan akan terus terjadi,” pungkas William.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn