PSI: Pemprov DKI Kewalahan Tangani Covid-19

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menilai Pemerintah Provinsi DKI mulai kewalahan menangani lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Kasus harian corona di Jakarta belakangan meningkat tajam. Jumlahnya di atas 1.000 orang, bahkan beberapa kali mencapai 2.000 kasus per hari.

Di sisi lain, positive rate atau tingkat penularan corona juga melambung hingga 12 persen. Angka ideal tingkat penularan corona yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO) adalah 5 persen.

Lonjakan kasus yang  terjadi sepanjang Desember 2020 hingga Januari 2021 ini, berimbas pada menyusutnya fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta.

“Ini membuktikan bahwa Jakarta sudah kesulitan menangani pertambahan kasus aktif yang sudah ada,” kata Ketua Fraksi PSI Jakarta Idris Ahmad ketika dikonfirmasi, Rabu (6/1/2021).

 

Untuk menekan lonjakan kasus corona,  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang berlaku hingga 17 Januari 2021 mendatang.

Menurut Idris, perpanjangan PSBB transisi ini tidak banyak berdampak pada penurunan kasus. Apalagi pasca libur akhir tahun ini, kasus wabah mematikan ini diprediksi terus meroket karena mobilitas warga yang keluar masuk Jakarta.

Untuk itu, Idris mendesak supaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan aturan ketat, termasuk di dalamnya terdapat pembatasan jam malam dan kewajiban melakukan rapid test antigen bagi warga yang keluar masuk Jakarta.

“Penambahan kasus aktif mendesak ditangani saat ini Jakarta sudah kewalahan,” ujarnya.

Selain memperketat peraturan, Idris mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga bisa melibatkan paguyuban keluarga seperti PKK dan Jumantik untuk melakukan pendekatan personal guna mengedukasi masyarakat soal bahaya corona.

Bila perlu kata dia, Pemerintah Provinsi DKI memanfaatkan  teknologi melalui pesan daring dan iklan informasi di koran dan televisi untuk mengingatkan warga tentang bahaya penyakit menular dari Wuhan, Tiongkok itu.

“Pemprov DKI tidak boleh lengah. Bila Jakarta gagal mengendalikan laju penularan, maka semakin banyak warga tertular Covid-19 yang terlantar tak tertangani di puskesmas dan Rumah Sakit,” ucapnya

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn