PSI Persoalkan Pembangunan Masjid Apung Ancol Sebelum ada SK

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Eneng Malianasari mempertanyakan rencana pembangunan masjid apung di kawasan Ancol. Pasalnya, peletakan baru pertama atau groundbreaking pembangunan masjid itu dilakukan sebelum Surat Keputusan Gubernur 237 Tahun 2020 tentang Izin Perluasan Ancol dan Dufan diterbitkan.

Hal tersebut diungkapkan Mili, sapaan Eneng dalam rapat kerja Komisi B dengan PT Pembangunan Jaya Ancol, Rabu (8/7).

“Ada rencana masjid apung, tapi izin untuk SK reklamasi ini Februari, tapi masjid sudah groundbreaking 2019,” ujar Mili.

 

Mili menyebut bahwa pembangunan masjid apung ini belum ada site-plan. Ia menduga rencana pembangunan masjid apung ini sebelumnya tak dibicarakan dengan Komisi B.

Site plan belum ada, tapi kok masjid apung sudah ada? Mungkin bisa dijelaskan. Jangan-jangan rencana sudah ada tapi belum di-share ke kami,” tuturnya.

Groundbreaking masjid apung di kawasan Ancol ini telah dilaksanakan sejak November 2019. Saat itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla turut hadir dalam acara peletakan batu pertama itu.

Direktur Utama PT Pembangunan JayaAncolTbk (PJA)Teuku Sahir Syahali menyatakan lokasi masjid apung ini terpisah dari perluasan kawasan Ancol. Menurutnya, pembangunan masjid apung terletak di belakang Restoran Bandar Jakarta.

“Masjid apung itu di belakang Bandar Jakarta. Jadi masjid apung itu program Ancol tahun 2019,” tutur Syahir.

Kemudian, dalam proyek jangka pendeknya, selain pembangunan masjid apung, PT PJA juga berencana membangun museum Nabi Muhammad dan sejarah Islam. Untuk pembangunan museum ini baru dibangun di atas lahan perluasan kawasan Ancol.

“Yang Museum Rasulullah agar ditambah perluasan daratan. Ini baru rencana, kalau yang masjid apung sudah kita tiang pancang (groundbreaking),” jelasnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan lahan reklamasi perluasan kawasan Ancol akan digunakan untuk membangun Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan peradaban Islam. Selain itu, di atas lahan tersebut juga akan dibangun tempat bermain anak.

“Pemprov berkomitmen untuk memanfaatkan tanah hasil perluasan secara transparan dan mengutamakan kepentingan publik, di antaranya pembangunan tempat main anak dan museum internasional sejarah rasul SAW dan peradaban islam di kawasan Ancol tersebut,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah saat jumpa pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7).

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn