PSI Puji ANies Bekali 5000 ASN Tes Corona Saat Jaga Pasar

Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan sebanyak 5.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah pasar untuk mengawasi dan menindak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Penjagaan itu akan berlangsung hingga 19 Juli mendatang.

Kebijakan Pemda DKI itu pun dipuji Fraksi PSI DPRD DKI. Pasalnya, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu itu dibekali dengan tes swab dan perlengkapan masker dan serta pelindung wajah atau face shield.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengatakan tes swab harus terus digalakkan bukan hanya untuk petugas ASN tapi juga pedagang dan pekerja pasar, termasuk kuli dan petugas parkir.

“Kita harus bersama-sama memutus rantai penyebaran virus di pasar tradisional. Pembeli harus didorong untuk tidak setiap hari berbelanja ke pasar. Penjual juga harus diajarkan untuk mulai berjualan online agar interaksi tatap muka berkurang,” kata William di Jakarta, Jumat (10/7).

Hanya saja, kata William, pengerahan 5.000 ASN untuk memantau juga masih belum menjamin pelaksanaan protokol kesehatan akibat buruknya sistem ventilasi dan minimnya jarak antar lapak pedagang sehingga resiko penularan tinggi.

William juga mendapati pos pemantauan pengunjung dilakukan di samping parkiran motor dan bukan di pintu masuk pasar. Ini menyebabkan pengunjung yang berjalan kaki dapat mudah lolos dari hitungan.

Pengelola pasar juga tidak punya hitungan pasti berapa jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk ke dalam pasar. “Diperkirakan 500 pengunjung boleh masuk pasar, tapi itu hanya tebakan pengelola pasar saja. Tapi bagaimana mau dibatasi kalau tidak ada yang menghitung,” jelasnya.

Saat mengunjungi Pasar, William mengaku, hanya didapat sekitar 10 ASN yang bertugas berkeliling, jauh dari klaim akan ada 50 ASN diturunkan ke lapangan.

“ASN memang sudah bertugas, tapi fungsinya belum optimal. Banyak pedagang hanya memakai masker, tidak pasti apa cukup pakai masker atau wajib pakai face shield dan sarung tangan seperti anjuran Kemenkes,” kritisnya.

Ia pun mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk segera membenahi pasar tradisional agar penyebaran virus dapat dikendalikan.

“Kita butuh terobosan dan ketegasan untuk memutus rantai penyebaran virus. Sekarang ini virus dari pasar tradisional sudah merambah ke pemukiman sekitar. Kalau tidak dibenahi lonjakan kasus akan terus terjadi,” tutupnya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn