PSI Temukan Banyak Pedagang Pasar Langgar Protokol Covid 19

Penerapan prokol kesehatan Covid-19 di pasar tradisional di Jakarta belum maksimal dilakukan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai absen dalam lakukan pengawasan pelaksanaan protokol secara di lokasi tersebut.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Eneng Malianasari, mengaku, partainya melakukan sidak ke pasar Jembatan Lima. Ternyata menemukan fakta di lapangan bahwa protokol kesehatan hampir tidak diterapkan.

Hampir sebagian besar pedagang tidak menggunakan masker, ketentuan jaga jarak maupun mekanisme ganjil genap seperti yang sudah ditetapkan Pemprov DKI juga tidak diikuti.

“Belum ada sosialisasi ataupun pengawasan sehingga aturan protokol kesehatan hanya sekadar formalitas. Ini membuat gencarnya tes covid di pasar sia-sia karena penyebaran virus terus terjadi dan pasar akan jadi klaster baru di Jakarta,” kata Eneng Malianasari di Jakarta, (19/6).

Padahal, sudah ditemukan 87 pedagang pasar yang positif Covid-19 dari total 3.013 orang yang telah melakukan tes.

Angka ini diperkirakan terus bertambah karena masih ada 690 orang yang menunggu hasil laboratorium ke luar, tes covid massal juga terus dilakukan di pasar-pasar.

Bisa jadi angka tersebut menjadi fenomena gunung es. Pasalnya, banyak pedagang yang menghindar dan tidak datang ke pasar agar tidak dites. Pedagang memilih untuk menghindar karena tidak ada kompensasi maupun bantuan yang diberikan bagi pedagang yang terbukti terkena virus Covid-19. Padahal, mereka harus karantina dan tidak bisa bekerja paling tidak selama 14 hari.

“Pemprov dan PD Pasar Jaya harus mulai berkoordinasi dengan asosiasi, paguyuban pasar, kelompok-kelompok pedagang agar ada insentif bagi pedagang yang patuh dan disinsentif bagi yang lalai pada aturan,” kata dia.

Sementara, bagi pasar yang tingkat kepatuhannya tinggi, bisa diberikan fasilitas penangguhan, diskon BPP atau potongan tarif kompensasi lahan yang lebih besar, atau bisa juga diberikan insentif nonfinansial dalam bentuk kemudahan pengurusan izin.

“Sementara untuk pasar yang tidak patuh harus ditutup dan disegel untuk memberikan efek jera,” ujarnya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn