PSI Tolak Penyelenggaraan HBKB Di Jakarta, Berikut ini Alasannya

DPRD DKI Jakarta fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tolak penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD).

Diketahui ada alasan mengapa PSI DPRD DKI Jakarta menolak digelar HBKB di Jakarta tersebut.

Alasannya, kegiatan HBKB di Jakarta berpotensi menularkan virus corona atau Covid-19.

Sebab, kegiatan HBKB tersebut memicu keramaian orang.

“Sikap kami masih sama, kami menolak dan minta ditiadakan CFD (car free day/ hari bebas kendaraan bermotor)”

“karena berpotensi menjadi kluster penyebaran baru,” kata Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad kepada wartawan pada Kamis (25/6/020).

Menurutnya, ketimbang DKI sediakan tempat untuk olahraga di tengah wabah Covid-19, sebaiknya pemerintah menggiatkan sosialisasi mengenai olahraga di rumah.

Sekalipun DKI telah meniadakan HBKB di Jalan Sudirman-Thamrin Minggu (28/6/2020) lalu, dan menggantinya di 32 tempat alternatif, Idris tetap menolaknya.

 

Kata dia, warga dari lima wilayah Jakarta tetap bisa berkumpul di lokasi tersebut.

“Intinya tidak ada urgensi CFD untuk saat ini, kan olahraga lebih baik mandiri di rumah,” ujar Idris.

“Kalo CFD bahayanya besar dan menambah beban pengawasan pemerintah”

“Menurut saya fokus saja pengawasan di pasar, karena salah satu potensi penularan terbesar ada di pasar,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sediakan 32 lokasi pengganti pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Minggu (‪28/6/2020‬) nanti.

Puluhan lokasi itu tersebar di lima wilayah administrasi di Jakarta.

Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, tujuh lokasi di antaranya merupakan yang rutin digunakan sebagai lokasi HBKB di wilayah Jakarta.

Namun untuk 25 lokasi, merupakan tambahan dari pemerintah daerah sehingga totalnya ada 32 lokasi.

“Untuk pelaksanaan HBKB di ruas Jalan Sudirman-Thamrin pada Minggu (‪28/6/2020‬) ditiadakan”

“Kemudian akan disebar di 32 lokasi yang ada di lima wilayah Jakarta,” kata Syafrin di Balai Kota DKI pada Rabu (24/6/2020).

Meski HBKB tetap diselenggarakan di 32 titik alternatif, namun jadwal pelaksanaannya dikurangi dua jam.

Pada umumnya HBKB digelar ‪dari pukul 06.00 sampai 11.00‬.

Namun mulai Minggu (‪28/6/2020‬) mulai ‪pukul 06.00 sampai 09.00‬.

“Untuk Jalan Sudirman-Thamrin nanti bisa dilewati kendaraan, untuk itu kami imbau kepada warga jangan lagi datang ke sana untuk membuat kerumunan buat olahraga,” ujar Syafrin. (faf)

Berikut 32 ruas jalan sebagai pengganti HBKB:

– Kategori lokasi HBKB tujuh lokasi

1. Jalan Suryo Pranoto

2. Sisi Danau Sunter Selatan

3. Jalan Gajah Mada

4. Jalan Hayam Wuruk

5. Jalan Pemuda

6. Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari

7. ‪Jalan Percetakan Negara 2‬

– Kategori Lokasi Jalan untuk Olahraga

1. Jalan Pejagalan Raya

2. Jalan Paseban Raya

3. Jalan Zamrud Raya

4. Jalan Pramuka Sari I

5. Jalan Danau Tonado

6. Jalan Amir Hamzah

7. Sisi Inpeksi Kali Sunter Rawa Badak Selatan

8. Jalan Kelapa Hibrida Sukapura

9. Jalan Pulau Maju Bersama

10. Jalan Benyamin Sueb

11. Jalan Arteri Pegangsaan Dua

12. Jalan RA Fadillah

13. Jalan Inspeksi Kanal Banjir Barat (KBT)

14. Jalan Raden Inten

15. Jalan Bina Marga

16. Jalan Sultan Iskandar Muda – Arteri Pondok Indah

17. Jalan Tebet Barat Dalam Raya

18. Jalan Kesehatan Raya19. Jalan Cipete Raya20. Jalan Puri Harum

21. Jalan Puri Ayu

22. Jalan Puri Elok

23. Jalan Puri Molek

24. ‪Jalan Puri Ayu 1‬

25. ‪Jalan Puri Molek 1

Anies Menyarankan Warga yang Berolahraga Saat HBKB Membawa Masker Cadangan

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 32 lokasi alternatif sebagai pengganti sementara bagi masyarakat yang akan melakukan kegiatan di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) pada Minggu (28/6/2020).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk memecah tingkat konsentrasi massa yang selama ini berolahraga dan menumpuk di Jalan Sudirman-Thamrin.

“Iya kami buatkan 32 lokasi, tapi anjuran kepada masyarakat untuk jaga jarak karena itu sangat penting,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (24/6/2020) malam.

Anies juga menyarankan kepada masyarakat untuk tetap memakai masker saat berolahraga lari, bersepeda, maupun jalan kaki saat HBKB.

Hal itu disarankan setelah DKI berkonsultasi dengan para ahli dari dokter spesialis penyakit menular, dokter spesialis paru, dokter spesialis keolahragaan, organisasi sepeda, organisasi atletik dan sebagainya.

“Kalau mau olahraga tetap gunakan masker dan setiap 15 menit sekali istirahat. Meski WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyarankan nggak perlu pakai masker”

“tapi tetap disarankan oleh para pakar yang kami gandeng harus memakai masker,” jelasnya.

Selain itu masyarakat juga disarankan membawa masker cadangan untuk mengantisipasi masker yang dipakai saat berolahraga menjadi basah karena terkena keringat.

Masker cadangan itu dapat digunakan ketika masyarakat hendak pulang atau melakukan aktivitas lain di luar HBKB.

Anies meyakini penularan Covid-19 dapat dicegah selama HBKB bila masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan.

Di antaranya wajib memakai masker, berjaga jarak dan rajin mencuci tangan. “Intinya jaga jarak saat beristirahat, jangan ada penumpukan,” ujarnya.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyediakan 32 lokasi pengganti pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) pada Minggu (‪28/6/2020‬).

Puluhan lokasi itu tersebar di lima wilayah administrasi di Jakarta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, tujuh lokasi di antaranya merupakan yang rutin digunakan sebagai lokasi HBKB di wilayah Jakarta.

Namun untuk 25 lokasi, merupakan tambahan dari pemerintah daerah sehingga totalnya ada 32 lokasi.

“Untuk pelaksanaan HBKB di ruas Jalan Sudirman-Thamrin pada Minggu (‪28/6/2020‬) ditiadakan. Kemudian akan disebar di 32 lokasi yang ada di lima wilayah Jakarta,” kata Syafrin.

Meski HBKB tetap diselenggarakan di 32 titik alternatif, namun jadwal pelaksanaannya dikurangi dua jam.

Pada umumnya HBKB digelar ‪dari pukul 06.00 sampai 11.00‬, namun mulai Minggu (‪28/6/2020‬) mulai ‪pukul 06.00 sampai 09.00‬.

“Untuk Jalan Sudirman-Thamrin nanti bisa dilewati kendaraan, untuk itu kami imbau kepada warga jangan lagi datang ke sana untuk membuat kerumunan buat olahraga,” ujar Syafrin.

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn