PSI Tuntut Dinsos Serius Tangani Masalah Tunawisma Karena PHK

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah warga DKI Jakarta yang terkena PHK hingga menjadi tunawisma di jalanan. Mereka menjadi tunawisma karena tidak lagi mampu membayar uang sewa rumah.Hal itu ditemukan saat PSI melakukan aksi membagikan donasi di sejumlah tempat. Justin menyebut dari sejumlah tunawisma yang ditemui hanya tiga orang yang benar-benar menjadi tunawisma karena PHK akibat pandemi. Selebihnya adalah tunawisma musiman yang sengaja datang ke Jakarta untuk mengemis di Bulan Ramadan.”Pertama-tama, kami sadar mereka yang menggelandang itu bercampur dengan tunawisma biasa. Maka dari itu, beberapa hari lalu, yang kami berikan kosan hanya 3 orang yang telah kami identifikasi dan verifikasi bahwa mereka adalah korban PHK. Kita mendatangi tempat kost mereka sebelumnya untuk mendapatkan keterangan,” ungkap Justin saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (28/4).Menurutnya, memang diperlukan upaya lebih keras untuk menemukan orang-orang demikian. Sebab, jika solusinya hanya dipulangkan, hal tersebut membuktikan Pemprov DKI megeneralisasi keadaan.”Kalau kemarin dinas turun dan mengangkut semua dan serta merta mereka disebut sebagai tunawisma atau pendatang yang datang ke Jakarta saat Ramadan dan hanya dipulangkan, saya kira itu kesimpulan dan solusi yang terlalu digeneralisasi,” tukasnya.Dengan sumber daya, aset, dan jumlah ASN eksekutif Jakarta yang banyak menyedot APBD, sudah semestinya eksekutif Pemprov DKI dapat lebih menelusuri keadaan di lapangan secara intensif.”Sehingga solusinya bisa jadi panti sosial untuk para gelandangan biasa/pendatang saat bulan puasa. Sementara GOR atau rusun yang belum ditempati bagi mereka yang kehilangan pekerjaan dan tidak mampu lagi bayar sewa kontrak/indekos,” ungkapnya.Justin menyebut, sejak turun ke lapangan mulai Sabtu (25/4) lalu, sudah ada pula korban PHK lain yang sudah menghubunginya dan meminta solusi semacam itu.”Lagipula, kalau memang Pemprov serius mau mencegah penyebaran covid-19, tentunya ‘kerumunan’ seperti ini juga diberikan solusinya,” tegasnya.Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menggalakkan penjaringan para tunawisma selama Bulan Ramadan ini. Pada Sabtu (25/4), terjaring 55 orang dengan rincian 54 tunawisma yang hendak mengemis di Jakarta sementara satu orang lainnya mengaku ingin menjemput anaknya yang tinggal di panti sosial.Sebagian besar telah dipulangkan karena dijemput anggota keluarga mereka. Sementara tiga orang lainnya ditampung di GOR Tanah Abang karena tidak bisa kembali ke daerah asal.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn