PSI Ungkap Tiga Kejanggalan Anggaran Formula E

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI mengungkap tiga kejanggalan anggaran perhelatan Formula E di Jakarta.

Pertama, perjanjian event Formula E antara PT Jakpro dengan penyelenggara Formula E Operation Limited (FEO), tapi pihak Dinas Pemuda dan Olahraga yang membayar commitment fee sebesar Rp560 miliar.

“ini kan lucu,” kata anggota Fraksi PSI DPRD DKI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

Keanehan kedua dasar penentuan nilai commitment fee yang tidak jelas. Nilai commitment fee Formula E tahun 2020 sebesar 20 juta poundsterling atau Rp 360 miliar. Angka tersebut naik 10 persen pada tahun-tahun berikutnya. Untuk acara 2020, Dispora telah membayar Rp 360 miliar.

Dispora juga telah membayar Rp200 miliar yang merupakan 50 persen dari nilai commitment fee untuk acara tahun 2021. Dispora maupun Jakpro tidak bisa menjelaskan bagaimana Pemprov DKI Jakarta harus membayar commitment fee ratusan miliar per tahun tersebut.

“Apakah pemerintah kota Hong Kong, London, dan New York harus membayar commitment fee Formula E?,” tanya Anggara.

Wakil Ketua Komisi E ini berpandangan kalau Jakpro menerima begitu saja nilai commitment fee yang ditentukan secara sepihak oleh FEO.

Kejanggalan ketiga adalah ketidakjelasan nasib bunga bank dari uang commitment fee yang mengendap di bank. Anggara memperkirakan, setelah uang Rp560 miliar mengendap selama lebih dari 1 tahun, mungkin sudah dihasilkan bunga bank puluhan miliar rupiah.

“Ini kan ada potensi kerugian daerah yang perlu dicermati penegak hukum. Apabila Pemprov DKI tidak bisa menarik bunga bank tersebut, maka keuangan daerah dirugikan dengan perjanjian ini,” tuturnya.

Menurutnya, ada banyak pertanyaan yang harus diterangkan Pemprov DKI ke rakyat sebagai pembayar pajak.

“Saya mohon agar Pak Anies turun tangan sendiri menjelaskan ke publik, jangan terus-terusan lempar badan ke anak buah,” pungkas Anggara

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn