PSI WIlliam Aditya Sarana Minta Aturan PSBB Transisi Jakarta Dipertegas, Ini Alasannya

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana angkat bicara soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi DKI Jakarta.

Dikatakan William Aditya Sarana, PSBB transisi Jakarta periode sebelumnya dinilai gagal tekan angka penyebaran virus corona atau Covid-19.

Tetapi William Aditya Sarana nilai lumrah jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang PSBB transisi DKI hingga 14 hari ke depan.

Sebab, kasus rata-rata Covid-19 di Jakarta masih tinggi, mencapai 165 kasus per hari.

“Positivity rate DKI masih di atas 5 persen, artinya masih banyak kasus Covid-19 yang belum terdeteksi dan potensi penularan tetap tinggi,” kata William dalam keteranganya, Kamis (2/7/2020)

Tingginya angka tersebut, lanjut William turut dipengaruhi oleh minimnya pengawasan dan penegakan protokol kesehatan selama masa transisi PSBB.

Aturan paling dasar seperti penggunaan masker dan jaga jarak masih belum diterapkan meski sudah peraturan dan sanksi yang mengatur

“Lemahnya penegakan aturan ini berpotensi membentuk klaster baru, lihat saja di pasar tradisional, sudah ada lebih 152 pedagang positif Covid-19 di 68 pasar,” katanya.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta juga dinilai salah kaprah dengan mengadakan kegiatan CFD di 32 titik berbeda.

Padahal PSBB Transisi artinya kegiatan dibatasi maksimal 50 persen dari sebelumnya, bukan justru memecah keramaian di 32 titik se-Jakarta.

“Ini jelas melanggar protokol kesehatan, kesehatan masyarakat dipertaruhkan, tidak heran kalau ada lonjakan penambahan kasus positif dua minggu terakhir,” katanya.

Karena itu Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta aturan protokol kesehatan dipertegas pada masa perpanjangan PSBB Transisi ini.

“Jakarta untuk tetap waspada dan tidak gegabah, masih ada 27 RW zona merah di Jakarta. Di masa perpanjangan ini, saatnya penegakan aturan dipertegas,” ucapnya.

Diperpanjang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali perpanjang massa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi DKI hingga 14 hari kedepan.

Sebelumnya PSBB transisi ini berakhir pada 2 Juli 2020.

Hanya saja berdasarkan data-data kasus covid-19 yang dikumpulkan oleh Pemrov bersama gugus tugas, maka PSBB transisi tetap dilanjutkan.

Dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, jika dalam review kondisi DKI Jakarta saat ini dalam satu bulan terakhir secara umum masih perlu ada peningkatan kedisiplinan masyarakat didalam tiga aspek.

Satu yaitu mengenakan masker, mencuci tangan secara rutin dan menjaga jarak. Ketiga itu perlu dijaga dan ditingkatkan.

“Terkait status di Jakarta sendiri saya akan menunjukan pantauan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan di Jakarta”

“Bisa dilihat di sini bahwa ini gambaran mapping insiden IR Covid-19 di Jakarta,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Dalam data itu, Anies menyampaikan jika secara umum situasi IR Covid-19 di Jakarta hingga saat ini relatif terkendali, hanya ada satu Kelurahan yang lanju insiden IR Covid-19 masih tinggi.

Kemudian di Jakarta, sendiri hingga saat ini yang telah melakukan testing berada di angka 7,6 persen, test PCR 14,258 per 1 juta penduduk.

“Dari sini kita sudah diatas yang diharuskan oleh WHO. WHO mengharuskan sebuah wilayah harus melakukan 1000 test per 1 juta penduduk Jakarta 11 juta penduduk harus melakukan 11 ribu per minggu,” kata Anies.

Terkait perkembangan di Jakarta mengenai Indikator kelonggaran, Anies menyebut jika total score berada diatas 70.

Sehingga dengan nilai score itu maka boleh dilakukan kelonggaran.

Berdasarkan data yang disusun oleh tim Universitas Indonesia terdapat 3 unsur pertama epidemiologi dengan jumlah score 75, kesehatan masyarakat score 54 dan fasilitas kesehatan 83, sehingga total score di DKI 71.

“Artinya dengan status score itu kita bisa melakukan kelonggaran dan kesimpulan rapat gugus tadi di simpulkan PSBB transisi itu artinya semua kegiatan masih dalam kapasitas 50 persen akan diteruskan 14 hari kedepan,” ucapnya.

Tidak Ada Aturan Ganjil Genap

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan di massa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) aturan ganjil genap di sejumlah pasar akan ditiadakan.

Meskipun aturan ganjil genap ditiadakan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembatasan jumlah pengujung yang akan masuk ke pasar tidak melebihi 50 persen kapasitas.

“Ganjil genap dalam pasar akan ditiadakan, tapi jumlah orang masuk pasar akan dikendalikan. Jadi jumla yang masuk pasar tidak boleh melebihi 50 persen kapasitas,” kata Anies.

Dikatakan Anies, untuk melakukan pengawasan itu maka Pemprov DKI Jakarta akan menerjunkan unsur TNI, Polri, dan ASN yang akan membantu melakukan pengawasan secara ketat pasar-pasar di DKI Jakarta.

“Ini dikendalikan oleh petugas yg ditempatkan di depan pintu masuk pasar dan juga jumlah orang yang ada di dalam pasar dalam satu waktu,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang massa PSBB transisi hingga 14 hari ke depan.

Diketahui jika massa PSBB transisi ini berakhir pada 2 Juli 2020 besok.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang massa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi hingga 14 hari ke depan.

Sebelumnya PSBB transisi ini berakhir pada 2 Juli 2020..

Hanya saja berdasarkan data-data kasus covid-19 yang dikumpulkan oleh Pemrov bersama gugus tugas, maka PSBB transisi tetap dilanjutkan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jika dalam review kondisi DKI Jakarta saat ini dalam satu bulan terakhir secara umum masih perlu ada peningkatan kedisiplinan masyarakat didalam tiga aspek.

Satu yaitu mengenakan masker, mencuci tangan secara rutin dan menjaga jarak.

Ketiga itu perlu dijaga dan ditingkatkan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn