Setelah PSI, Kini Sekarang Nasdem Desak Anies Batalkan Pembayaran Komitmen Fee Formula E

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali didesak untuk menarik pembayaran komitmen fee Formula E sebesar Rp360 Miliar  yang telah dibayarkan kepada pihak penyelenggara Formula E atau induk balap internasional (FIA).

Desakan kali ini datang dari fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta setelah sebelumnya fraksi PSI juga menyuarakan hal serupa.

Politikus NasDem DPRD DKI Jakarta Jupiter meminta Anies menarik kembali uang tersebut lantaran kondisi ekonomi DKI Jakarta sedang mengalami turbulensi hebat. Anggaran Pemda DKI pada tahun ini saja langsung anjlok 53 persen diguncang wabah Covid-19.

 

Penarikan kembali biaya komitmen fee lanjut Jupiter akan sedikit banyak membantu menambal perekonomian Jakarta yang mulai terseok saat ini.

“Sekarang ini kondisi kas keuangan daerah dalam kondisi sangat memprihatinkan, merosot mengalami penurunan pendapatan sebanyak 53 persen. Saya dengan tegas meminta Pemprov DKI Jakarta untuk tarik balik uang commitmen fee Formula E sebesar Rp360 Miliar,”kata Jupiter saat dikonfirmasi Minggu (17/5/2020).

Selain bisa menopang ekonomi Ibu Kota dana itu kata Jupiter juga bisa digunakan untuk kepentingan penanganan corona di Jakarta dan bisa buat bantu-bantu masyarakat yang banyak mengalami kesulitan hidup di tengah wabah ini.

 

“Uang sebesar 360 Miliar tentu uang jumlah yang sangat besar yang bisa dialokasikan dengan hal yang lebih bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat. Tidak ada alasan bagi Pemprov DKI untuk tidak bisa membatalkan kontrak dengan pengembalian uang commitmen fee Formula E,” tegasnya.

Kalau Pemprov DKI tak segera mengambil langkah tegas untuk mengembalikan dana tersebut menurut Jupiter hal ini jelas sangat merugikan masyarakat Jakarta.

Dia meminta Gubernur Anies untuk segera memerintahkan Badan usaha milik daerah (BUMD) DKI PT Jakarta Propertindo selaku penyelenggara Formula E Jakarta untuk segera menarik kembali uang komitmen fee itu

“Saya khawatir jika Pemprov DKI tidak segera diurus dan tidak mengambil sikap action nya, ini jelas merugikan keuangan daerah. Saya masih menunggu keseriusan dan good will dari BUMD Jakpro. Tolong kembalikan uang rakyat, kasihan rakyat sekarang menjerit, menangis dan kelaparan,” tandasnya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn