Soal Formula E, Anggota DPRD DKI: Gimana Nasib Commitment Fee?

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo kembali mengungkit soal dana Formula E.

Anggara mempertanyakan soal biaya komitmen atau commitment fee. Hal itu dia cuitkan melalui akun Twitter pribadinya @ASastromidjojo, Jumat (29/1/2021).

Menurut dia, commitment fee tersebut merupakan uang masyarakat DKI Jakarta.

“Nasib commitmen fee gimana ya? kan itu uang masyarakat DKI Jakarta,” ujar Anggara, dikutip Suara.com.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menunda ajang balapan mobil Formula E.

Penundaan ajang balapan mobil Formula E ini lantaran pandemi covid-19 yang masih terus meningkat di Indonesia.

Meski ditunda, gelaran tersebut justru menuai berbagai pertanyaan dan kritik dari berbagai kalangan.

Pasalnya, dana sekitar Rp 560 miliar yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta sebagai commitment fee tersebut tidak ikut ditarik.

Kendati demikian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan uang komitmen atau commitment fee yang telah disetorkan kepada penyelenggara tidak hangus.

Diketahui, commitment fee ini harus dibayar sebagai biaya lisensi Jakarta sebagai tuan rumah formula E musim 2020/2021. Jakarta sendiri sudah berkontrak menjadi tuan rumah Formula E sampai lima musim ke depan.

Untuk musim 2020/2021, DKI sudah menyetorkan uang sebesar 20 juta poundsterling atau setara dengan Rp 345,9 miliar. Lalu musim 2021/2020 sudah membayar setengahnya, yakni sebanyak 11 juta poundsterling atau Rp Rp 207,69 miliar.

Sementara tiga musim selanjutnya, DKI belum menyetorkan uang commitment fee.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn