Tahap Akhir Revitalisasi Monas Ala Anies Baswedan Sudah Hampir Selesai

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Eneng Maliasari dalam media sosialnya terlihat sempat mengunjungi kawasan sisi selatan Monumen Nasional yang sedang direvitalisasi untuk menjadi plaza. Ketika dikonfirmasi, Eneng mengungkapkan bahwa kehadirannya ke kawasan tersebut hanya sekadar mampir.

“Jadi kan saya lagi jalan pulang, terus kelihatan sudah jadi. Karena penasaran jadi izin masuk karena gak terbuka untuk umum, lagi ditutup. Jadi kita minta izin sama UPK Monas untuk masuk terus kebetulan pengelola UPK Monas belum pulang,” ujar Eneng ketika dihubungi IDN Times, Rabu (17/6).

1. Pengerjaan revitalisasi Monas tahap akhir sudah hampir selesai

Tahap Akhir Revitalisasi Monas ala Anies Baswedan Sudah Hampir SelesaiMonas sisi selatan usai direvitalisasi Pemprov DKI Jakarta (IDN Times/Aryodamar)

Di sana ia bertemu dengan salah seorang Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas. Berdasarkan informasi yang didapat, revitalisasi Monas tinggal penyelesaian tahap akhir.

“Pengerjaannya masih berlangsung, kemarin itu lagi ngalusin semen buat di ruangan art space-nya,” jelasnya.

2. Monas disebut bisa untuk pertunjukan skala besar

Tahap Akhir Revitalisasi Monas ala Anies Baswedan Sudah Hampir SelesaiMonas sisi selatan usai direvitalisasi Pemprov DKI Jakarta (IDN Times/Aryodamar)

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini bercerita bahwa di sana terdapat sebuah danau uang disebut dana representasi. Selain itu terdapat lampu-lampu yang akan menerangi sisi selatan Monas saat malam hari.

Menurutnya, Plaza Selatan Monas bisa digunakan sebagai pagelaran seni skala besar. Sebab, jarak tempat untuk penonton dan panggung begitu jauh dan besar.

“Karena mungkin beberapa tahun kemarin kan Monas sering ada pertunjukan tuh yang panggungnya besar-besar,” ujarnya.

3. PSI harap Monas bisa dipakai untuk semua golongan

Tahap Akhir Revitalisasi Monas ala Anies Baswedan Sudah Hampir SelesaiMonas sisi selatan usai direvitalisasi Pemprov DKI Jakarta (IDN Times/Aryodamar)

Wanita yang akrab dipanggil Milli ini juga mengungkapkan, seluruh acara yang diproyeksikan digelar di Monas pada 2020 batal akibat pandemik COVID-19 atau virus corona. Ia pun berpesan agar Monas nantinya bisa digunakan untuk seluruh golongan.

“Kita ada saran biar Monas itu tidak dijadikan tempat berkumpulnya golongan agama tertentu. Kalau misalnya acara keagamaan boleh ya seimbang saja gitu,” ujarnya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn