Transisi Diperpanjang, PSI: Wajar Karena Pemprov DKI Gagal di Periode Sebelumnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PSBB masa transisi hingga 16 Juli 2020. Fraksi PSI di DPRD DKI menilai keputusan itu wajar dilakukan.

Pasalnya mereka menganggap Pemprov DKI gagal menekan angka penyebaran Covid-19 selama penerapan PSBB transisi periode sebelumnya.

“Positivity rate DKI masih di atas 5 persen, artinya masih banyak kasus Covid-19 yang belum terdeteksi dan potensi penularan tetap tinggi,” kata anggota Fraksi PSI William Aditya, kepada wartawan, Jumat (3/7/2020).

Menurut William tingginya angka tersebut lantaran pembukaan sejumlah sektor tidak dibarengi dengan pengawasan dan penegakkan protokol kesehatan di lapangan.

Pelanggaran terhadap aturan jaga jarak dan penggunaan masker masih terjadi meski ada sanksi yang disiapkan.

PSI turut menyinggung soal adanya 152 pedagang di 68 pasar yang dinyatakan positif Covid-19 selama PSBB masa transisi.

Angka itu bisa jadi cerminan bahwa lemahnya penegakan aturan berpotensi membentuk klaster baru.

“Lemahnya penegakan aturan ini berpotensi membentuk klaster baru, lihat saja di pasar tradisional, sudah ada lebih 152 pedagang positif Covid-19 di 68 pasar,” tutur dia.

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn