Usulan PSI dan Sikap Fraksi Terkait Penarikan Dana Rp 560 M Formula E

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pembayaran commitment fee Formula E sebesar Rp560 miliar. Sayangnya balap mobil ramah lingkungan tersebut batal diselenggarakan karena wabah covid-19.

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur Anies Baswedan menarik kembali uang yang telah dibayarkan.

“Pak Gubernur harus berani menarik kembali uang commitment fee Formula E. Acara tahun 2020 tidak bisa dilaksanakan karena pandemi covid-19, setidaknya bisa tarik dulu uang pembayaran Rp360 miliar,” kata Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Probowo.

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco sepakat dengan usulan PSI. Dia menilai saat ini rakyat lebih membutuhkan makan dibandingkan balapan. “Sangat setuju. Rakyat kita lagi butuh makan soalnya, itu kan lebih penting dari balapan,” katanya.

Anggota Komisi E DPRD DKI ini mengungkapkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang kekurangan anggaran untuk penanganan covid-19. Sehingga sangat tidak bijak, jika Pemprov DKI tetap membayarkan commitment fee Formula E.

“Anggaran dewan sudah digeser sebagian besar untuk beli beras rakyat. Masa kita malah kasih ke orang uangnya buat balapan. Pemimpin harus punya nurani,” tegasnya.

Selain itu, Gerindra juga mendukung usulan tersebut. Namun Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Syarief mengingatkan proses pengembalian commitment fee tersebut ke APBD DKI. Anggota DPRD DKI Jakarta itu mengusulkan ada pembicaraan bersama dengan panitia penyelenggara.

“Usulan itu kan harusnya dilihat rasiolitasnya, bukan asal desak begitu saja. Makanya harus dilakukan perundingan ulang,” kata Syarif.

Beda Sikap PDIP dan PKS

Sementara PDIP dan PKS memiliki sikap berbeda. PDIP akan menelusuri proses pembayaran commitment fee tersebut. Sementara PKS menghormati perjanjian yang telah disepakati Pemprov DKI dengan penyelenggara Formula E.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan mengenai pembayaran commitmen fee tersebut. Sayangnya, kata Ima, belum ada penjelasan pasti mengenai pembayaran itu.

“Belum ada jawaban yang jelas dari pemprov DKI dan penyelenggara Formula E. Perlu ditelusuri apakah pembayarannya itu setelah Pak Gubernur menyatakan tidak jadi menyelenggarakan formula E tahun ini,” kata Ima

Politikus PDIP ini menyayangkan jika Pemprov DKI tetap membayarkan commitmen fee saat tahu balapan tersebut tidak bisa diselenggarakan di Jakarta.

“Uang tersebut dibutuhkan masyarakat Jakarta dalam situasi pandemi covid-19,” ujarnya.

Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Suhaimi menyebut mengembalikan commitment fee Formula E tidak mudah.

“Ini event internasional, jadi harus dilakukan secara profesional. Soal commitment fee dan lain-lainnya harus didasarkan pada klausul perjanjian yang disepakati,” ujar Suhaimi.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu akan menunggu hasil kajian tim gubernur terkait commitment fee Formula E.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn