Yuk Kenali Mereka yang Nekat Nyaleg dari PSI Jakarta

20 April 2018 merupakan tanggal akhir dari proses wawancara bakal calon legislatif gelombang kedua. Caleg-caleg yang diwawancarai dan dinyatakan lolos oleh panitia seleksi memiliki potensi yang sangat besar untuk melaju dan terpilih nanti, dan ini baru awal perjalanan mereka. Proses seleksi caleg tidak mudah dan tidak boleh diremehkan! Seperti diketahui bahwa pada umumnya partai-partai lain menjalani proses pemilihan dengan sangat elitis dan tertutup.

 

Biasanya calon anggota legislatif akan dipilih langsung oleh elite partai. Pemilihan juga lebih dipertimbangkan pada elektabilitas, bukan pada integritas calon.”

Abba Gabrillin, Kompas.com

Sebelumnya, tidak ada partai lain yang memberikan kesempatan pada warga biasa untuk mengikuti proses seleksi yang meritokratis dan transparan. Meskipun proses seleksi bakal caleg PSI Jakarta sangat sulit, banyak orang telah melangkah dan menunjukkan niat yang tulus untuk memperbaiki kondisi kota kita. Keberanian itu tidak sia-sia karena banyak dari mereka yang sudah lolos tahapan pertama seleksi caleg PSI Jakarta.


Ini adalah profil beberapa caleg DPRD kamu yang telah berhasil lolos tahapan pertama.
Ready Brahmana Yudha

Bro Ready berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi Pancasila serta sangat menghargai keberagaman dan toleransi. Kakeknya, Ir. Soetikno Budihardjo, adalah pembantu menteri di Kementerian Perburuhan pada era Presiden Soekarno dan Soeharto. Ayahnya, Sri Nugroho, SmHk, SE, adalah seorang Spesialis Auditor di perusahaan BUMN yang terkenal jujur dan berdedikasi dalam menjalankan tugasnya. Dari tingkah laku anggota keluarga, Bro Ready belajar nilai-nilai Pancasila, nasionalisme dan kejujuran. Keluarga Ready adalah keluarga yang beragam dengan perpaduan latar belakang suku dan agama yang harmonis. Bahkan pasangan Ready berasal dari keluarga yang memiliki budaya yang sangat berbeda, tapi mereka sadar pentingnya keberagaman dan menerima perbedaan.

Saat ini, Ready memiliki usaha biro jasa dan event organizer. Sebelumnya, ia bekerja di industri otomotif.  Di pekerjaan sebelumnya, ia menjalankan tugasnya dengan penuh integritas, profesionalisme dan kejujuran, dan telah berhasil mencapai posisi Sales Manager dalam waktu sangat cepat.


Shinta Yosefina

Sis Shinta Yosefina berumur 29 tahun, S1 Ekonomi di Kwik Kian Gie School of Business, dan mempunyai pengalaman kerja sembilan tahun di dunia IT sebagai Business and System Consultant. Dalam jangka waktu lima tahun berkiprah di dunia IT, ia sudah mencapai posisi Direktur Operasional sebuah perusahaan IT di Kelapa Gading.

Sejak sekitar 3 tahun yang lalu, ia mulai mempertimbangkan untuk terlibat di politik praktis karena terinspirasi pemimpin-pemimpin perubahan yang akhir-akhir ini mulai bermunculan. Namun, pada saat itu tidak ada parpol dengan nilai-nilai yang sesuai dengan nilai yang ia miliki. Parpol-parpol tersebut terkenal menagih mahar, dan tidak menganggap profesionalisme, ketulusan, dan integritas sebagai hal yang penting.

“Waktu terus berjalan dan [saya] semakin geram melihat banyaknya koruptor dan pungli yang sudah tidak ditutup-tutupi lagi, melihat banyak orang susah, miskin, untuk makan besok saja tidak tahu uang dari mana, sedangkan koruptor senang-senang saja dan tidak [tahu] malu. Hak pilih pun saya sangat sulit mendapatkannya saat pilkada. Itu yang membuat saya ambil keputusan harus masuk politik.”

-Shinta Yosefina

Kita pantas kagum dengan keberanian Sis Shinta sebagai teladan perempuan muda dalam dunia politik yang saat ini masih sangat kekurangan orang dengan karakter dan pemikiran progresif tersebut.

“Anak muda jangan takut terjun ke politik karena di PSI politiknya sangat menenangkan dan kekinian, tidak ngebosenin.”

– Maeky Robiko (Ketua DPD Kepulauan Seribu)